Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

Kreativitas Siswa VI C MIN 10 Asahan dalam Praproyek Iklan Elektronik

Foto bersama setelah selesai pembuatan iklan bersama wali kelas

Kisaran (Humas). Kegiatan pembelajaran inovatif kembali dilaksanakan di kelas VI C MIN 10 Asahan di bawah bimbingan wali kelas, Risnawati Rambe, S.Pd. Dalam rangka meningkatkan kreativitas serta kemampuan berpikir kritis siswa, dilaksanakan sebuah praproyek bertajuk “Berkreasi Membuat Iklan Media Elektronik” yang mengusung model pembelajaran Deep Learning melalui pendekatan Role Playing. Rabu (08/04/2026)

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tidak hanya sekadar memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Melalui metode pembelajaran diskusi, penugasan menulis, dan bermain peran, siswa diajak untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan proses pembelajaran.

Pada tahap awal, siswa mengikuti sesi diskusi kelompok untuk memahami konsep dasar iklan media elektronik, mulai dari tujuan, unsur-unsur penting, hingga teknik penyampaian pesan yang menarik. Dalam suasana yang interaktif, siswa saling bertukar ide dan pendapat, sehingga tercipta lingkungan belajar yang dinamis dan kolaboratif.

Selanjutnya, siswa diberikan tugas menulis naskah iklan. Mereka ditantang untuk menuangkan ide kreatif dalam bentuk tulisan yang komunikatif dan persuasif. Berbagai tema menarik pun muncul, mulai dari iklan layanan masyarakat hingga promosi produk sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Puncak kegiatan ini adalah sesi role playing, di mana siswa memerankan naskah iklan yang telah mereka buat. Dengan penuh semangat, siswa tampil percaya diri di depan kelas, memerankan berbagai peran seperti pembawa acara, aktor iklan, hingga narator. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam terhadap materi yang telah dipelajari.

Wali kelas VI C, Risnawati Rambe, S.Pd, mengungkapkan bahwa model pembelajaran ini sangat efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. “Melalui pendekatan Deep Learning dan Role Playing, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan berani mengekspresikan diri. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mengalami langsung prosesnya,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M. Beliau menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran seperti ini sangat penting untuk membekali siswa. “Kami sangat mendukung kegiatan pembelajaran yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan generasi yang unggul dan adaptif,” tuturnya.

Dengan adanya praproyek ini, diharapkan siswa kelas VI C MIN 10 Asahan tidak hanya mampu memahami materi pembelajaran secara mendalam, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang kreatif dan inovatif mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post