Pertahanan (Humas)- Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Asahan menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal melalui kegiatan pembuatan tanjak melayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan seni budaya, dan kearifan lokal di lingkungan MIN 7 Asahan yang digagas oleh seorang guru kelas III-B MIN 7 Asahan Khoirul Umam Sitompul, S.Sos
Kegiatan ini awalnya bertujuan untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya Melayu kepada peserta didik. Namun, para siswa MIN 7 Asahan justru melampaui ekspektasi dengan menciptakan berbagai macam tanjak melayu yang memadukan motif batik tradisional dengan sentuhan modern. Siswa-siswi MIN 7 Asahan tidak hanya mempelajari teori tetapi siswa terlibat langsung dalam proses pembuatan tanjak. Beberapa tanjak melayu bahkan dihias menggunakan kertas kado tanpa menghilangkan nilai estetika dan filosofi budaya.
Khoirul Umam Sitompul, S.Sos menyampaikan bahwa proses pembuatan tanjak dilakukan secara mandiri oleh siswa MIN 7 Asahan, mulai dari pengukuran pola, pemilihan kertas kado, menentukan motif, hingga melipat dan membentuk tanjak dengan teknik tradisional. “Saya ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui praktik langsung, siswa MIN 7 Asahan tidak hanya belajar teknik membuat kerajinan, tetapi juga memahami identitas budaya dan mengembangkan kreativitas,” ujar Khoirul Umam Sitompul
Sementara itu, para siswa mengaku bangga dapat menghasilkan tanjak buatan sendiri, karena karya mereka sangat menarik dan semuanya cantik. Hasil kegiatan hari ini Jumat (12/12/25) untuk mendukung kegiatan kreatif berikutnya serta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan tangan dan kreativitas, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.
Kepala Madrasah MIN 7 Asahan Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S.Ag.,M.A memberikan apresiasi tinggi kepada guru dan siswa kelas III MIN 7 Asahan yang terlibat. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kontekstual mampu mendorong siswa untuk berkarya, berinovasi, dan memiliki bakat yang terbaik. “Kami berharap program seperti ini terus dikembangkan, sehingga budaya lokal semakin dikenal dan siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih kaya,” ungkap Hadi Rafitra Hasibuan
Karya tanjak melayu hasil kreasi siswa MIN 7 Asahan kini menjadi inspirasi bagi madrasah untuk mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran serta menumbuhkan karakter kreatif dan produktif pada peserta didik. (ms)