Enam Siswa MIN 10 Asahan Siap Jadi Perwakilan OBA Kabupaten Asahan 2026, Kamad Berikan Apresiasi
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Loading...
Kisaran (Humas) Dalam upaya memastikan pelaksanaan ujian berbasis Computer Based Test (CBT) berjalan optimal, Kepala Madrasah MIN 10 Asahan, Sartiji S.Pd.I., M.M., didampingi Pengawas Madrasah, Rusmiani M.Pd., melakukan kunjungan langsung ke ruang kelas 4 dan 5 pada Kamis (4/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring rutin yang bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis, kelancaran pelaksanaan, serta kenyamanan peserta didik selama mengikuti ujian.
Kunjungan berlangsung sejak pagi, dimulai dengan pengecekan kesiapan perangkat laptop dan jaringan internet yang digunakan dalam pelaksanaan CBT. Kehadiran kepala madrasah dan pengawas madrasah disambut baik oleh para guru kelas yang sejak awal sudah mempersiapkan segala kebutuhan teknis demi terciptanya proses evaluasi yang profesional dan bebas dari kendala.
Dalam monitoring tersebut, Sartiji menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian berbasis CBT merupakan langkah strategis madrasah untuk meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran. Menurutnya, sistem berbasis komputer tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga mendorong mereka terbiasa dengan teknologi sejak dini.
“CBT menjadi bagian dari inovasi madrasah menuju pembelajaran yang lebih modern dan efisien. Kami ingin memastikan bahwa siswa benar-benar siap, nyaman, dan dapat mengikuti ujian tanpa tekanan ataupun hambatan teknis,” ujar Sartiji saat memberikan penjelasan kepada para guru.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Rusmiani M.Pd., memberikan apresiasi atas kesiapan MIN 10 Asahan dalam menyelenggarakan ujian dengan sistem CBT. Beliau menilai bahwa pelaksanaan berjalan tertib, siswa terlihat antusias, dan para guru menunjukkan koordinasi yang baik dalam memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal.
“Saya melihat anak-anak cukup percaya diri dalam mengoperasikan perangkat komputer. Ini menunjukkan bahwa mereka telah dibimbing dengan baik oleh guru-gurunya. Semoga pelaksanaan ujian ini bisa menjadi pengalaman berharga dan meningkatkan kompetensi mereka ke depan,” tutur Rusmiani.
Selama kunjungan, keduanya juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan beberapa siswa mengenai pengalaman mereka mengikuti ujian CBT. Para siswa mengaku senang karena ujian terasa lebih menarik dan membuat mereka lebih fokus.
Selain memantau pelaksanaan ujian, kepala madrasah dan pengawas juga memberikan beberapa masukan terkait manajemen waktu, kesiapan teknis cadangan, serta pentingnya pendampingan penuh bagi siswa yang masih membutuhkan penyesuaian dalam penggunaan perangkat komputer.
Kunjungan ini ditutup dengan evaluasi singkat bersama guru kelas dan tim IT madrasah untuk memastikan pelaksanaan ujian pada sesi berikutnya berjalan lebih optimal. Dengan monitoring yang intensif dan terarah, MIN 10 Asahan menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan evaluasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.
Melalui kegiatan ini, MIN 10 Asahan semakin mantap dalam mewujudkan lingkungan belajar yang modern, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan pendidikan di era digital.(na)
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Kisaran (Humas) Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas 3A kini tampil lebih menarik dan interaktif melalui penerapan...
Kisaran (Humas) Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias tampak di kelas IVB MIN 10 Asahan saat pelajaran Bahasa Indonesia berla...