Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Kepala Madrasah MIN 10 Asahan Pimpin Rapat Koordinasi Dewan Guru Bahas Implementasi Ekoteologi Madrasah

Pelaksanaan rapat koordinasi

Kisaran (Humas) Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan menggelar rapat koordinasi bersama dewan guru dalam rangka membahas dan memantapkan pelaksanaan program Ekoteologi Madrasah. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat madrasah dengan suasana penuh semangat dan partisipatif, sebagai wujud komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan berbasis ajaran Islam. Senin(15/12/2025)

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MIN 10 Asahan dan dihadiri oleh wakil kepala madrasah, guru kelas, guru mata pelajaran, serta beberapa koordinator program madrasah. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa ekoteologi bukan sekadar program lingkungan, tetapi merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pengamalan ajaran Islam yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

“Ekoteologi madrasah adalah upaya kita untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Anak-anak tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dibiasakan untuk mencintai, menjaga, dan merawat lingkungan sebagai bagian dari ibadah,” ujar Kepala Madrasah dalam arahannya.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain program penghijauan lingkungan madrasah, pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemanfaatan kebun madrasah sebagai media pembelajaran, serta integrasi materi ekoteologi dalam proses pembelajaran di kelas. Para guru juga diajak untuk merancang metode pembelajaran kreatif yang mengaitkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis dengan isu-isu lingkungan.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan konstruktif dari dewan guru. Beberapa guru menyampaikan gagasan inovatif, seperti gerakan Jumat Bersih, lomba kelas ramah lingkungan, serta pembiasaan membawa botol minum dan kotak makan sendiri guna mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah. Usulan-usulan tersebut disambut positif dan akan dimasukkan dalam rencana kerja madrasah.

Kepala Madrasah berharap, melalui rapat koordinasi ini, seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dan dapat bersinergi dalam menyukseskan program ekoteologi madrasah. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan guru dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan agar dapat menjadi contoh nyata bagi para peserta didik.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekompakan dan komitmen kita bersama. Jika guru sudah memberi contoh, maka peserta didik akan lebih mudah mengikuti dan membiasakan diri,” tambahnya.

Rapat koordinasi ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut dan pembagian tugas kepada masing-masing koordinator kegiatan. Dengan adanya program ekoteologi madrasah ini, MIN 10 Asahan diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post