Kisaran (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., menyalurkan bantuan UPZ Kemenag Asahan Program Kemenag Pintar di Lembaga Pendidikan Manbaul Hidayah An-Nahdliyah Kisaran. Penyerahan bantuan ini berlangsung khidmat dan diwarnai dengan penekanan pentingnya peningkatan mutu pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan zaman, Selasa (28/07/26).
Dalam kesempatan tersebut, bantuan berupa beasiswa pendidikan selama enam bulan diserahkan secara langsung kepada 20 orang siswa pendaftar pertama didampingi Kepala MTs Manbaul Hidayah. Program ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian dan dorongan nyata dari Kementerian Agama untuk membantu keberlangsungan pendidikan para generasi muda di daerah tersebut.
Dalam bimbingan dan arahannya, Kakankemenag Asahan didampingi Kasi Pd. Pontren KH. Umar, M.Pd., Peny. Zawa., serta Kasi Bimas Islam menegaskan bahwa tuntutan pendidikan di abad ke-21 tidak lagi cukup hanya berfokus pada capaian akademis semata. Menurutnya, arah pendidikan modern masa kini harus bertumpu pada tiga unsur utama yang saling menguatkan, yaitu karakter, kompetensi, dan literasi.
Lebih detail dijelaskan, unsur pertama yang sangat krusial adalah pembentukan karakter moral. Melalui pendidikan berorientasi moral, para siswa dibina agar memiliki ketaatan yang teguh dalam menjalankan ajaran agama, memupuk rasa tanggung jawab yang tinggi, serta menanamkan kedisiplinan yang konsisten di kehidupan sehari-hari.
Selain karakter moral, Abdul Manan juga menyoroti pentingnya karakter kinerja melalui penanaman motivasi hidup yang kuat. Beliau menyampaikan bahwa lembaga pendidikan tidak boleh melahirkan anak-anak yang taat beragama namun loyo dan kurang bersemangat saat bekerja, ataupun sebaliknya—rajin dan gigih bekerja tetapi mengabaikan nilai-nilai ajaran agamanya. Keseimbangan antara ketaatan spiritual dan etos kerja profesional menjadi syarat wajib bagi generasi masa depan.
Tak kalah penting, peningkatan kompetensi siswa juga menjadi perhatian utama. Anak-anak didik diharapkan terbiasa berpikir kritis dalam menghadapi persoalan, serta memiliki kecakapan berkomunikasi dan berkolaborasi yang baik dengan sesama. Semua kemampuan tersebut harus ditopang dengan budaya literasi yang kuat agar para siswa mampu menyaring informasi secara bijak dan berwawasan luas.
Menutup arahannya, Abdul Manan menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh jajaran ustadz dan tenaga pendidik di Manbaul Hidayah An-Nahdliyah. Beliau mengajak para guru untuk senantiasa menjaga niat, mengajar dengan penuh keikhlasan, dan mendidik secara tulus, sebab dedikasi guru merupakan kunci utama lahirnya generasi unggul yang cerdas intelektual sekaligus mulia secara akhlak.(FR)