Sambut Wajib Halal Oktober 2026, Kasi Bimas Islam dan LP3H Universitas Asahan Gelar "Grebek Pasar" di Kisaran
Grebek pasar
Loading...
ASAHAN (Humas)— Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., memberikan bimbingan dan arahan sekaligus secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Bilal Mayit se-Kecamatan Setia Janji. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Aula Tuaji Raja Sitorus, Desa Urung Pane, Kabupaten Asahan. Program ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai desa yang berantusias untuk meningkatkan keahlian serta pemahaman hukum fikih pemulasaraan jenazah, Senin (28/09/26).
Pelatihan ini mengusung tema "Optimalisasi Peran Bilal Mayit dalam Mewujudkan Masyarakat yang Madani dan Religius". Melalui tema tersebut, penyelenggara yakni KUA Setia Janji bersama penyuluh berharap keberadaan bilal mayit tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai pilar penting keberagamaan masyarakat. Dalam sambutannya, Kakankemenag menekankan bahwa tugas pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah yang memerlukan keterampilan teknis sekaligus keikhlasan hati.
Dalam arahannya, Kakankemenag Asahan didampingi Kasi Bimas Islam Dr. H. Faisal Sadat, M. Hum., menegaskan pentingnya kontinuitas regenerasi bilal mayit di tingkat kecamatan hingga desa. Beliau menyampaikan bahwa saat ini masih banyak wilayah yang mengalami krisis petugas pemulasaraan jenazah, khususnya dari kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini dinilai sangat krusial agar ilmu dan tata cara yang sesuai dengan syariat Islam tetap terjaga dan diteruskan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian materi pelatihan dengan sungguh-sungguh hingga selesai. Proses pengurusan jenazah—mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan—memerlukan ketelitian dan pemahaman fikih yang mendalam agar sesuai tuntunan. Pemahaman yang tepat akan memberikan rasa tenang dan kepercayaan penuh bagi keluarga almarhum yang sedang berduka.
Camat Setia Janji beserta jajaran pemerintah desa setempat menyambut hangat pelaksanaan pelatihan ini dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama. Kerja sama yang sinergis antara instansi keagamaan dan pemerintah daerah diakui sebagai kunci utama keberhasilan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Pihak kecamatan berharap para peserta dapat menjadi agen pembina di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Pengoptimalan peran bilal mayit juga dinilai berkontribusi besar dalam membangun tatanan masyarakat yang berakhlak mulia, saling tolong-menolong, dan religius. Ketika nilai-nilai kepedulian sosial melalui pemulasaraan jenazah tertanam kuat, hubungan silaturahmi antarwarga akan makin erat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita bersama menuju masyarakat Asahan yang religius, mandiri, dan sejahtera.
Tampak hadir Kakua Setia Janji H. Dahmul Daulay, mewakili Danramil, mewakili Polsek Setia Janji dan tamu undangan lainnya. Acara pembukaan tersebut diakhiri dengan doa bersama dan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kakankemenag Asahan. Seusai seremoni pembukaan, para peserta langsung menerima sesi materi teori dan praktik langsung dari para instruktur yang berkompeten di bidangnya. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, serta dipenuhi semangat kebersamaan dari seluruh elemen yang hadir. (FR)
Grebek pasar
Pesantren
Pelatihan bilal mayit