Perkuat Sinergi, Kasi Penmad Kemenag Asahan Hadiri Penguatan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom....
Loading...
Kisaran (Humas). Ka. Kankemenag (Kepala
Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan Dr. H. Saripuddin Daulay. Beri
Materi Moderasi Beragama Pada siswa Matsama MAN Asahan (15/07/2024).
Kakan Kemenag Asahan yang didampingi Ka.
MAN Asahan Dra. Hj. Elda Ayumi, M.Si. dan Ka. Urusan Tata Usaha dan serta guru-guru
MAN Asahan memamparkan tentang nilai-nilai moderasi beragama.
“moderasi beragama merupakan, sikap,
cara pandang, cara berprilaku menjalankan agama dengan sifat tawassuth (tengah
tengah) dan sifat toleransi yakni menghargai hak-hak orang lain”, jelas Saripuddin
ketika memaparkan materi dihadapan peserta Matsama (Masa Ta’aruf Madrasah) MAN
Asahan tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 279 orang di aula terbuka MAN
Asahan.
Menurutnya moderasi atau wasathiyah
(tengah-tengah) merupakan salah satu karakteristik Islam yang menonjol, yang
juga sering disebut dengan tawazun yakni sikap pertengah dan sikap seimbang
antara kiri dan kanan atau dua kutub yang berlawanan dan bertentangan dimana
salah satunya tidak berpengaruh sendirian akan tetapi kutub lawannya pun tidak
dinafikan dimana salah satu dari kedua kutub ini tidak disikapi dengan melibihi
haknya ataupun melanggar dan mengzalimi yang lainnya.
“misal kita mengenal wasit di
pertandingan sepakbola, dia tidak bisa berat sebelah atau memihak salah satu
dari dua grup yang saling bertanding. Sikap seorang wasit harus jelas dan tegas
pada setiap persoalan dalam permainan. Jika ada pelanggaran atau melewati batas
dikeduanya atau salahsatunya maka wasit bertindak sesuai dengan ketetapan tidak
boleh memihak sala satu”, jelas Saripuddin ketika memberikan contoh dengan apa
yang baru saja dijelaskan.
Selain itu Saripuddin juga menjelaskan
materi ini sangat penting karena dengan menguatkan moderasi beragama diharapkan
para siswa dan lingkungan madrasah mampu membentengi diri dari faham
ekstrimisme, radikalisme yang merupakan masalah besar bagi bangsa Indonesia
saat ini.
Olehkarena itu Saripuddin juga mengajak
kepada seluruh warga MAN Asahan baik Guru dan siswa untuk menghidupkan kembali
budaya-budaya yang sesuai dengan Asahan misal senandung dan tari gubang.
Terakhir Kakan Kemenag Asahan menegaskan
bahwa tidak ada siswa MAN Asahan yang terlibat dengan tindak kekerasan dalam
bentuk apapun dan bullying baik di lingkungan madrasah maupun di luar
lingkungan madrasah dengan tetap menjaga akhlak dan karakter yang baik.(FR)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom....
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., secara resmi menyerahkan piagam penghargaan bergengsi...
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan menggelar rapat koordinasi finalisasi persiapan pelaksanaan ibadah qurban menyambut Hari Raya Idul...