Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Inovasi Pembelajaran Puisi di MIN 10 Asahan, Siswa Kelas IV-A Tampil Aktif dan Kreatif

Pelaksanaan diskusi

Kisaran (Humas) Kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan kembali diterapkan di MIN 10 Asahan, khususnya pada kelas IV-A dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran yang diampu oleh wali kelas, Muhammad Rizki, S.Pd., ini menghadirkan suasana baru melalui penerapan model Cooperative Learning yang dipadukan dengan metode demonstrasi, diskusi, dan card sort. Senin (13/04/2026)

Pembelajaran yang berlangsung pada pertemuan ke-5 hingga ke-8 ini mengangkat materi “Membuat dan Membaca Puisi”. Sebelum kegiatan dimulai, guru telah mempersiapkan berbagai media pembelajaran seperti karton, potongan materi yang berisi pengertian, unsur-unsur, amanat, serta isi puisi, lengkap dengan kode tertentu untuk mempermudah proses penilaian.

Kegiatan diawali dengan pengecekan kehadiran siswa serta interaksi ringan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman. Selanjutnya, Muhammad Rizki, S.Pd., mengarahkan siswa untuk membuka buku pelajaran dan mulai menjelaskan materi puisi secara bertahap, mulai dari pengertian hingga amanat yang terkandung dalam puisi. Untuk memperjelas pemahaman siswa, guru juga menampilkan contoh pembacaan puisi melalui video yang ditayangkan menggunakan infokus.

Agar pembelajaran lebih interaktif, siswa dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari kelompok laki-laki dan perempuan. Setiap siswa diberikan kartu berisi potongan materi puisi yang berbeda. Tugas mereka adalah menempatkan kartu tersebut pada papan karton sesuai kategori yang tepat.

Dengan tertib, siswa maju satu per satu untuk menempelkan kartu mereka. Kartu yang berisi pengertian puisi ditempatkan pada bagian pengertian, sedangkan potongan isi puisi disusun secara runtut agar membentuk makna yang utuh. Kegiatan ini tidak hanya melatih pemahaman siswa, tetapi juga kerja sama dan ketelitian.

Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan siswa dalam menempatkan kartu. Setiap jawaban yang benar diberikan skor 10 poin. Suasana kelas menjadi semakin hidup saat siswa berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk kelompoknya.

Di akhir kegiatan, kelompok dengan perolehan poin tertinggi mendapatkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi. Hal ini menambah semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Kepala madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Muhammad Rizki, S.Pd. Menurutnya, metode pembelajaran seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa serta membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Melalui inovasi pembelajaran ini, diharapkan siswa MIN 10 Asahan semakin mencintai pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam memahami dan mengekspresikan puisi secara kreatif.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post