Enam Siswa MIN 10 Asahan Siap Jadi Perwakilan OBA Kabupaten Asahan 2026, Kamad Berikan Apresiasi
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Loading...
Kisaran (Humas) Kegiatan pembelajaran matematika di MIN 10 Asahan berlangsung dengan suasana yang aktif dan menyenangkan. Dalam materi mendeskripsikan ciri-ciri dan sifat bangun datar, siswa diajak untuk lebih terlibat secara langsung melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dan Project Based Learning (PJBL). Selasa (14/04/2026)
Pembelajaran ini dipandu oleh guru kelas, Rahmadona, S.Pd.I, yang menerapkan berbagai metode seperti diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga aktif dalam menggali dan menemukan konsep secara mandiri.
Sejak awal kegiatan, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi. Setiap kelompok diberikan tugas mengamati berbagai jenis bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran. Melalui model discovery learning, siswa diarahkan untuk mengidentifikasi ciri-ciri masing-masing bangun, mulai dari jumlah sisi, sudut, hingga sifat-sifat khususnya.
Suasana kelas menjadi semakin hidup ketika siswa mulai saling bertukar pendapat. Metode tanya jawab yang diterapkan membuat siswa berani mengemukakan ide serta menjawab pertanyaan dari guru maupun teman-temannya. Tidak hanya itu, guru juga melakukan demonstrasi sederhana untuk memperjelas konsep, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Dalam penerapan Project Based Learning (PJBL), siswa diberikan tugas membuat proyek sederhana berupa karya bangun datar dari kertas karton. Mereka terlihat antusias saat memotong, menyusun, dan menempel berbagai bentuk menjadi hasil karya yang kreatif. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas, sekaligus menjelaskan ciri-ciri dan sifat dari bangun datar yang mereka buat.
Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembelajaran ini. Beliau menyampaikan bahwa inovasi dalam pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Melalui model pembelajaran seperti ini, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan berani menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Hasil pembelajaran menunjukkan dampak yang positif. Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu menjelaskan kembali materi dengan bahasa mereka sendiri. Selain itu, suasana belajar yang interaktif juga membuat siswa lebih semangat dalam mengikuti pelajaran matematika.
Dengan adanya kegiatan ini, MIN 10 Asahan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna. Diharapkan, metode ini dapat terus dikembangkan agar mampu meningkatkan pemahaman siswa serta kualitas pendidikan secara keseluruhan.(na)
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Kisaran (Humas) Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas 3A kini tampil lebih menarik dan interaktif melalui penerapan...
Kisaran (Humas) Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias tampak di kelas IVB MIN 10 Asahan saat pelajaran Bahasa Indonesia berla...