Loading...

  • Rabu, 21 Oktober 2026

Guru dan Siswa MIN 3 Asahan Ikuti Survei Kurikulum Berbasis Cinta di Platform SAHABAT KBC

Terlihat para Responden sangat focus dalam menjawab setiap pertanyaan yang tertera di platform Sahabat KBC

Pulau Rakyat (Humas) – Guru dan sembilan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti pelaksanaan Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform Sistem Analisis Humanis Berbasis Transparansi (SAHABAT) KBC di ruang kelas 4B pada Selasa pagi (20/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memetakan sekaligus mengevaluasi efektivitas penerapan nilai-nilai humanis dalam proses pembelajaran di lingkungan madrasah melalui sistem digital.

Pelaksanaan survei ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan data untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kehidupan madrasah, baik dalam interaksi antara guru dan siswa maupun dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui instrumen survei yang disediakan secara daring, para responden diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan berdasarkan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Para peserta yang terlibat ditentukan melalui mekanisme random sampling otomatis oleh sistem dengan proporsi sebesar 5% dari total keseluruhan guru dan siswa di MIN 3 Asahan. Berdasarkan hasil kalkulasi sistem tersebut, terpilih satu orang guru dan sembilan siswa untuk mewakili responden madrasah dalam pengisian instrumen survei. Proses pengisian survei dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat digital yang tersedia di madrasah. Para responden mengikuti tahapan pengisian sesuai petunjuk pada platform SAHABAT KBC. Keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang berimbang mengenai pelaksanaan pembelajaran yang mengedepankan nilai kasih sayang, penghargaan terhadap sesama, serta hubungan yang harmonis di lingkungan pendidikan.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan survei ini menjadi langkah strategis untuk mengukur sejauh mana penanaman karakter berbasis kasih sayang telah terintegrasi dalam aktivitas belajar mengajar. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga menyangkut pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian peserta didik.

“Pelaksanaan survei KBC ini sangat penting sebagai bahan pijakan kami dalam memperkuat implementasi kurikulum yang berorientasi pada nilai-nilai humanis. Saya berharap data yang terhimpun mampu membawa MIN 3 Asahan menuju tata kelola pendidikan yang semakin berkualitas, transparan, dan penuh kasih sayang,” ujar Ummiati Nasution.

Dikesempatan itu juga, Ummiati juga berharap hasil survei nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi madrasah untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Lebih lanjut, Ummiati menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu memperkuat budaya madrasah yang mengedepankan sikap saling menghormati, kepedulian, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan. Guru diharapkan dapat menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang santun dan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta mendorong siswa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal.

Diwaktu yang sama, Operator EMIS MIN 3 Asahan, Muhammad Mahmujar, menyatakan bahwa seluruh rangkaian proses pengisian survei secara daring berlangsung tertib dan tidak mengalami kendala teknis maupun gangguan jaringan.

“Proses akses ke platform SAHABAT KBC oleh guru dan para siswa terpilih berjalan sangat lancar, infrastruktur koneksi stabil, dan seluruh responden dapat menyelesaikan pengisian instrumen tepat waktu tanpa ada hambatan sistem,” jelas Muhammad Mahmujar.

Mahmujar menambahkan bahwa kelancaran pelaksanaan survei turut didukung oleh kesiapan perangkat serta pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut memastikan para responden dapat mengikuti setiap tahapan pengisian instrumen sesuai prosedur yang ditetapkan pada platform. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan survei berbasis digital ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi madrasah terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung evaluasi pendidikan. Penggunaan platform SAHABAT KBC diharapkan dapat membantu proses pengumpulan data berlangsung lebih terstruktur sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan dan peningkatan mutu pembelajaran.

“Melalui partisipasi dalam survei SAHABAT KBC ini, kami berharap MIN 3 Asahan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, tidak hanya dari sisi pencapaian akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Kami optimistis, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta akan semakin memperkuat terciptanya lingkungan madrasah yang ramah anak, inklusif, dan penuh kasih sayang, sehingga para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” tutup Muhammad Mahmujar. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post