Enam Siswa MIN 10 Asahan Siap Jadi Perwakilan OBA Kabupaten Asahan 2026, Kamad Berikan Apresiasi
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Loading...
Kisaran (Humas) Pemerintah secara resmi telah menetapkan aturan yang mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, salah satunya melalui kebijakan pengambilan rapor oleh ayah atau wali laki-laki. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga, khususnya ayah, dalam memantau perkembangan akademik dan karakter anak di sekolah. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, MIN 10 Asahan telah melaksanakan aturan pengambilan rapor oleh ayah pada hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025, bertepatan dengan pembagian rapor semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.
Sejak pagi hari, suasana MIN 10 Asahan tampak berbeda dari biasanya. Para ayah siswa hadir dengan penuh antusias untuk mengambil rapor anak-anak mereka. Kehadiran para ayah di lingkungan madrasah menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi bukti nyata dukungan keluarga terhadap dunia pendidikan. Kegiatan ini berlangsung tertib dan lancar dengan tetap mengedepankan nilai kedisiplinan serta etika yang berlaku di madrasah.
Kepala MIN 10 Asahan Sartiji S.Pd.I.,M.M, menyampaikan bahwa pelaksanaan aturan ini merupakan bentuk dukungan madrasah terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan peran ayah dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, keterlibatan ayah sangat penting, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak sejak usia dini. Dengan hadir langsung mengambil rapor, ayah dapat mengetahui perkembangan belajar anak secara menyeluruh dan berdiskusi langsung dengan guru kelas.
Para guru MIN 10 Asahan memanfaatkan momen pengambilan rapor ini untuk menyampaikan laporan perkembangan siswa, baik dari segi akademik maupun sikap dan kepribadian. Selain itu, guru juga memberikan masukan serta saran kepada orang tua, khususnya ayah, agar dapat mendampingi anak secara optimal di rumah. Komunikasi yang terjalin langsung antara guru dan ayah diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dalam mendukung keberhasilan pendidikan siswa.
Para ayah siswa menyambut baik kebijakan ini. Mereka mengaku merasa lebih dilibatkan dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap pendidikan anak-anak mereka. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa bangga dapat hadir langsung di madrasah dan berinteraksi dengan guru untuk mengetahui perkembangan belajar anak secara langsung. Kebijakan ini juga dinilai mampu mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak. Namun ada beberapa yang juga diwakilkan oleh ibu.
Pelaksanaan pengambilan rapor oleh ayah di MIN 10 Asahan tidak hanya menjadi kegiatan administratif semata, tetapi juga sarat dengan nilai edukatif dan sosial. Madrasah berharap, melalui kebijakan ini, para ayah semakin aktif dalam mendampingi anak belajar di rumah, memberikan motivasi, serta menjadi teladan dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab.
Dengan terlaksananya kegiatan ini pada Sabtu, 20 Desember 2025, MIN 10 Asahan menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah serta memperkuat peran keluarga dalam dunia pendidikan. Madrasah berharap kebijakan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan serta pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berkepribadian kuat.(na)
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Kisaran (Humas) Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas 3A kini tampil lebih menarik dan interaktif melalui penerapan...
Kisaran (Humas) Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias tampak di kelas IVB MIN 10 Asahan saat pelajaran Bahasa Indonesia berla...