Loading...

  • Sabtu, 19 September 2026

Dari Pembekalan Menuju Kesiapan Berkeluarga, Penyuluh Agama Islam Dampingi Catin

Dari Pembekalan Menuju Kesiapan Berkeluarga, Penyuluh Agama Islam Dampingi Catin

Sei Kepayang (Humas) Menapaki kehidupan berumah tangga membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan untuk melangsungkan akad. Ada pengetahuan yang perlu dipahami, tanggung jawab yang harus dipersiapkan, serta komitmen yang perlu dibangun bersama. Hal inilah yang menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam KUA Sei Kepayang dalam mendampingi calon pengantin (catin). Pada Jumat (18/9/2026)

Penyuluh Agama Islam KUA Sei Kepayang Maryati Margolang, S.Sy., turut mendampingi calon pengantin dalam proses pengisian pre-test dan post-test sebagai bagian dari rangkaian pembekalan. Pendampingan tersebut menjadi ruang bagi calon pengantin untuk memperoleh penguatan sekaligus mengukur pemahaman yang diperoleh selama mengikuti pembekalan.

Bagi Maryati, pembekalan calon pengantin merupakan langkah awal yang penting sebelum pasangan memasuki kehidupan berkeluarga.

“Pernikahan adalah awal dari perjalanan panjang dalam membangun keluarga. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar mampu menjalankan kehidupan rumah tangga dengan baik,” ujar Maryati.

Ia menjelaskan, pendampingan tidak hanya sebatas memastikan calon pengantin dapat mengikuti tahapan pre-test dan post-test, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan penguatan mengenai pentingnya kesiapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

“Yang kita harapkan bukan hanya calon pengantin memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi, saling menghargai, tanggung jawab, dan pemahaman terhadap nilai-nilai agama merupakan bagian penting dalam membangun keluarga,” tambahnya.

Kepala KUA Sei Kepayang, Muhammad Tohir Siregar, S.HI., M.H., menyambut baik pendampingan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, pelayanan KUA kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pencatatan pernikahan, tetapi juga mencakup pembinaan dan penguatan bagi calon pengantin.

“Kita ingin calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan berkeluarga. Pembekalan seperti ini menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Muhammad Tohir.

Ia berharap setiap calon pengantin dapat mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bekal untuk membangun keluarga yang harmonis.

“Harapannya, calon pengantin dapat membawa pengetahuan yang diperoleh ke dalam kehidupan rumah tangga. Dengan bekal agama, komunikasi yang baik, dan tanggung jawab bersama, kita berharap lahir keluarga yang harmonis dan berkualitas,” ujarnya.

Membekali Sebelum Melangkah Pendampingan terhadap calon pengantin menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan penyuluhan, penyuluh juga mengambil peran dalam mendampingi masyarakat pada tahapan penting dalam kehidupan, termasuk ketika seseorang mempersiapkan diri menuju pernikahan.

Melalui pengisian pre-test dan post-test, proses pembekalan menjadi lebih terarah. Calon pengantin tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana pemahaman yang telah diperoleh.

KUA Kecamatan Sei Kepayang terus mendorong agar pembekalan calon pengantin dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Sebab, keluarga yang kuat tidak dibangun hanya pada hari pernikahan, tetapi dipersiapkan sejak sebelum dua insan mengucapkan akad.(SHH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 June 2024
Lihat Semua Post