Loading...

  • Rabu, 13 Mei 2026

Beri Pembinaan Pada DWP Kankemenag Asahan, Wakil Penasihat DWP Kemenag RI Sampaikan Empat Poin Penting Sebagai Mitra Strategis

fotoby: humaskemenagasahan

Kisaran (Humas). Wakil Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Republik Indonesia Ny. Hj. Maya Suhasni Siregar Romo Syafi’i Lakukan Kunjungan dan Pembinaan DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Rabu (14/01/2026).

Dalam kunjungan ini Wakil Penasihat DWP Kemenag RI diterima dengan hangat kekeluargaan oleh Ketua DWP Kankemenag Asahan Ny. Sunarni Abdul Manan bersama dengan seluruh pengurus DWP Kankemenag Asahan. Tampak hadir Pengurus Daerah Fahmi Ummi Kabupaten Asahan dan beberapa tamu undangan lainnya. Diawal kehadiran Wakil Penasihat DWP disambut dengan tari persembahan oleh siswa MIN 10 Asahan dan pemasangan kain songket khas Asahan bersama dengan Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumut Ny. Hj. Triana Santi Ahmad Qosbi.

Dalam bimbingan dan arahannya Wakil Penasihat mennyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi besar dan strategis tidak lepas dari berbagai pandangan dan penilaian masyarakat.

“Dalam kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan satu hal penting sebagai bahan refleksi kita bersama. Sebagai sebuah organisasi besar dan strategis, Dharma Wanita Persatuan tentu tidak lepas dari berbagai pandangan dan penilaian masyarakat. Ada kalanya penilaian tersebut positif, namun tidak jarang pula muncul anggapan-anggapan yang kurang tepat terhadap peran dan kiprah kita”, jelas Wakil Penasihat DWP.

Misalnya, masih ada yang memandang bahwa Dharma Wanita Persatuan hanya sebatas kegiatan seremonial, atau sekadar pendamping suami tanpa kontribusi nyata. Tentu kita menyadari bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Namun demikian, hal ini perlu kita sikapi dengan bijak, bukan dengan pembelaan semata, melainkan dengan pembuktian nyata melalui karya dan aksi positif.

Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, Wakil Penasihat DWP mengajak kepada DWP untuk bisa semakin percaya diri untuk berkontribusi, semakin aktif dalam program- program yang menyentuh pemberdayaan keluarga, pendidikan, sosial, dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat. Dengan begitu, citra Dharma Wanita Persatuan akan terbentuk bukan dari kata-kata, tetapi dari tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“sesuai dengan semboyan Kabupaten Asahan, "Rambate Rata Raya" yang berarti bekerja keras bersama-sama demi kemakmuran yang merata, begitulah seharusnya filosofi kita sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan. Kita adalah mitra strategis suami dalam menjalankan tugas negara”, tegas Wakil Penasihat DWP.

Pada kesempatan ini juga Wakil Penasihat DWP menyampaikan empat poin tentang bagaimana sikap istri yang baik dalam mendampingi suami yang bertugas di lingkungan Kemenag Asahan.

Pertama adalah menjaga marwah dan kesantunan (adab melayu), menurutnya Asahan adalah wilayah yang menjunjung tinggi adat istiadat dan keramahtamahan. Sebagai istri ASN Kemenag, kita adalah cermin dari nilai-nilai agama. Saya menghimbau agar kita selalu menjaga tutur kata dan perilaku, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Jadilah sosok yang "sejuk dilihat, nyaman didengar" oleh masyarakat.

Kedua, menjadi penyejuk di tengah kesibukan, tugas suami di Kantor Kemenag Kabupaten Asahan, baik yang di kantor kabupaten maupun di KUA kecamatan, memiliki tantangan tersendiri dalam melayani masyarakat. Istri yang baik adalah yang mampu menghadirkan ketenangan di rumah. Jadikan rumah kita sebagai tempat suami melepas lelah, sehingga ia kembali bersemangat menjalankan amanah keesokan harinya.

Ketiga mendukung tanpa mengintervensi, dukunglah karier suami dengan cara yang benar. Aktiflah di organisasi DWP untuk meningkatkan kapasitas diri kita, namun ingatlah batasan. Kita mendampingi secara emosional dan spiritual, namun tidak mencampuri urusan kedinasan atau kewenangan suami di kantor. Istri yang hebat tahu kapan harus memberi saran dan kapan harus memberi ruang.

Keempat pola hidup sederhana dan bersyukur, saya ingin mengingatkan pentingnya bersikap qana'ah atau merasa cukup. Jangan menuntut suami di luar kemampuannya yang bisa memicu pelanggaran integritas. Hidup sederhana bukan berarti kekurangan, melainkan cara kita menghargai rezeki yang halal dan menjaga nama baik institusi Kemenag.

Terakhir Wakil Penasihat DWP berharap melalui kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antaranggota Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas, wawasan, serta peran strategis ibu-ibu Dharma Wanita dalam mendukung tugas dan fungsi suami sebagai aparatur Kementerian Agama.

“Kegiatan ini menjadi momen yang sangat baik untuk saling berbagi, serta memperkuat kebersamaan di antara kita. Dharma Wanita Persatuan adalah rumah kita bersama, tempat kita bertumbuh, saling menguatkan, dan menebar manfaat. Dengan kebersamaan dan kekompakan, insyaallah setiap program yang dijalankan akan memberikan dampak positif, baik bagi keluarga, organisasi, maupun masyarakat”, tutup Ny. Hj. Maya Suhasni Siregar Romo Syafi’i . (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post