MIN 5 Asahan Gelar Upacara Hardiknas: Perkuat Sinergi Demi Mewujudkan Pendidikan Bermutu
Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Ha...
Loading...
Hessa
Perlompongan (Humas). Semangat implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan terus membara. Kali ini, siswa-siswi kelas III
C anak didik dari Agustina Sinaga, S.Pd., berhasil mencuri perhatian melalui
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kreasi Anyaman Unik dari Kertas Origami.Sabtu (22/11/2025).
Projek
yang berlangsung tidak hanya bertujuan
mengajarkan keterampilan tangan dasar, tetapi juga memupuk dimensi Profil
Pelajar Pancasila, yaitu kreatif,
bernalar kritis, dan gotong royong. Dengan memanfaatkan kertas origami sebagai bahan utama,
siswa diajak untuk menghasilkan produk kerajinan yang fungsional, estetik, dan
memiliki nilai jual, meski sederhana.
Kegiatan
P5 ini dimulai dengan pengenalan anyaman sebagai seni tradisional Nusantara.
Namun, alih-alih menggunakan bahan konvensional seperti bambu atau pandan,
siswa didorong untuk berinovasi menggunakan kertas origami yang penuh warna.
Hal ini merupakan tantangan tersendiri, mengingat kertas origami memiliki
tekstur yang berbeda dan membutuhkan ketelitian lebih.
Siswa
diajak merancang bentuk produk yang akan dibuat misalnya tempat pensil, dan tas
kecil. Mereka harus memilih warna yang serasi dan menentukan ukuran potongan
kertas agar kuat saat dianyam.
Setiap
siswa bertanggung jawab memotong kertas origami menjadi lembaran-lembaran atau
bilah-bilah kecil dengan ukuran yang presisi. Tahap ini melatih ketelitian dan kemandirian mereka
Setelah
bahan siap, siswa mulai menerapkan teknik anyaman dasar, seperti teknik. Aspek gotong royong sangat terlihat saat
siswa yang sudah mahir membantu teman-temannya yang kesulitan menyesuaikan pola
anyaman yang rumit. Ide-ide kreatif
muncul saat mereka menggabungkan dua hingga tiga warna kertas berbeda dalam
satu produk, menghasilkan motif yang unik dan cerah.
Saat dikonfirmasi secara terpisah Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin
Hasibuan, S.Pd.,M.M., menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bukti komitmen
madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan
akademik, tetapi juga memiliki soft
skill yang mumpuni.
"Melalui kertas origami,
siswa belajar bahwa keterbatasan bahan bukanlah penghalang untuk berkreasi.
Mereka belajar bagaimana sebuah ide sederhana bisa diolah menjadi produk bernilai
guna dan bernilai jual," ujar beliau .
Projek anyaman kreatif dari kertas origami ini berhasil menyajikan
pembelajaran yang menyenangkan, menantang, dan bermakna bagi siswa kelas III C
MIN 5 Asahan, sejalan dengan visi Profil Pelajar Pancasila.(nm)
Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Ha...
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan sukses menyelenggarakan Tes Kemampuan Akdemik (TKA) tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangs...
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....