Tegakkan Disiplin, Kepala MIN 3 Asahan Tekankan Penguatan Tupoksi Guru demi Mutu Pendidikan
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., memberikan arahan tegas terkait p...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, (02/05) di lapangan TK Al-Hidayah. Pelaksanaan upacara ini terpaksa dialihkan ke lahan dilokasi belajar sementara karena bangunan utama madrasah saat ini masih dalam tahap proses renovasi menyeluruh. Kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini, diikuti oleh seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6, staf tata usaha, hingga seluruh dewan guru.
Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, bertindak langsung sebagai Pembina Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Ummiati membacakan amanat tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang membawa pesan mendalam mengenai arah baru pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam amanatnya, Ummiati menekankan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses tulus untuk memanusiakan manusia. Ia menjelaskan bahwa inti dari proses pendidikan adalah memuliakan serta menumbuhkembangkan potensi alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait kini tengah memprioritaskan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning. Program ini dimaksudkan untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional guna membangun sumber daya manusia yang unggul, kuat, dan tangguh.
Guna mewujudkan hal tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang menjadi pilar utama. Salah satu yang paling dirasakan dampaknya adalah program revitalisasi satuan pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan fisik yang nyaman.
“Meskipun MIN 3 Asahan saat ini masih menumpang di lokasi sementara, kita harus tetap semangat karena lingkungan belajar yang memadai merupakan faktor penting pendukung keberhasilan belajar.” Ucap Ummiati
“Pemerintah pun terus berupaya melakukan pembangunan sekolah secara masif di seluruh Indonesia, dan kita patut bersyukur bahwa MIN 3 Asahan merupakan salah satu madrasah yang memperoleh manfaat dari program pemerintah tersebut, sehingga saat ini bangunan madrasah kita sedang dalam proses renovasi menyeluruh.” Ujar Ummiati melanjutkan.
Selain infrastruktur, pemerintah sangat memperhatikan kesejahteraan dan kompetensi guru sebagai agen peradaban. Saat ini, tersedia beasiswa hingga 3 juta rupiah per semester bagi guru yang ingin menuntaskan kualifikasi pendidikan Strata 1 (S1).
“Kesejahteraan guru juga ditingkatkan melalui skema sertifikasi yang kini nominal tunjangannya telah dinaikkan dan ditransfer langsung setiap bulan. Hal ini bertujuan agar para pendidik dapat melaksanakan tugas mendidik dengan tenang dan optimal.” Terang Ummiati.
Dalam hal penguatan karakter, madrasah didorong untuk menciptakan budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah) sesuai arahan Presiden. Sekolah diharapkan bisa menjadi "rumah kedua" yang inklusif dan bebas dari segala bentuk perundungan. Program karakter ini juga diperkuat melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kegiatan Pagi Ceria menjadi bagian dari upaya membentuk jiwa kepemimpinan siswa.
Pemerintah juga berfokus pada peningkatan kualitas literasi dan numerasi melalui gerakan STEM. Penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi alat evaluasi penting untuk mengetahui kemampuan individu sekaligus menjadi syarat melanjutkan studi. Di sisi teknologi, program digitalisasi pembelajaran terus diperluas dengan penyediaan papan interaktif digital di ratusan ribu satuan pendidikan. Hal ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman di era kecerdasan artifisial.
“Keberhasilan berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan ini tidak akan terlaksana tanpa tiga M, yaitu Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa adanya ketiga hal tersebut, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan ekosistem yang mengintegrasikan pusat pendidikan, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.” Ujar Ummiati dengan sesekali melirik ke peserta upacara.
Sebelum menutup amanahnya, Ummiati Nasution juga mengajak seluruh dewan guru MIN 3 Asahan untuk terus berinovasi dalam mengajar. Ia berharap proses renovasi gedung madrasah segera selesai agar visi pendidikan bermutu dapat terlaksana lebih maksimal. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., memberikan arahan tegas terkait p...
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasi...
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan secara resmi mengumumkan penutupan proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (P...