Kisaran (Humas) Suasana religius dan penuh semangat tampak menyelimuti lingkungan MIN 10 Asahan saat pelaksanaan ujian tahfidz bagi siswa kelas VI yang berlangsung dengan tertib dan khidmat di ruang-ruang kelas madrasah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa sekaligus upaya madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah dan berprestasi. Rabu (20/05/2026)
Pelaksanaan ujian tahfidz tahun ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI yang terbagi ke dalam tiga rombongan belajar, yaitu kelas VI A, VI B, dan VI C. Demi menciptakan suasana ujian yang nyaman dan kondusif, panitia membagi pelaksanaan ujian ke dalam enam ruangan berbeda yang telah dipersiapkan secara maksimal. Setiap ruangan diisi oleh para penguji yang handal, berpengalaman, serta memiliki kemampuan tajwid dan tahfidz yang sangat baik.
Sejak pagi hari, para siswa telah hadir dengan penuh kesiapan dan rasa percaya diri. Mereka tampak membawa mushaf Al-Qur’an serta lembar administrasi ujian sambil terus mengulang hafalan sebelum memasuki ruang ujian. Para guru dan penguji juga memberikan motivasi kepada siswa agar tetap tenang, fokus, dan mampu menampilkan hafalan terbaik mereka.
Dalam pelaksanaan ujian tersebut yang merupakan salah satu syarat kelulusan di MIN 10 Asahan, setiap peserta diuji secara langsung oleh penguji melalui metode sambung ayat, membaca hafalan tanpa melihat mushaf, hingga pengujian tajwid dan kelancaran bacaan. Tidak hanya kemampuan menghafal, para siswa juga diuji dari segi makharijul huruf, adab membaca Al-Qur’an, serta kefasihan dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kepala madrasah Sartiji S.Pd.I.,M.M menyampaikan bahwa kegiatan ujian tahfidz ini bukan sekadar agenda penilaian semata, melainkan bagian penting dari pembentukan karakter islami siswa sejak dini. Beliau berharap seluruh siswa dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan terus menjaga hafalan yang telah dipelajari selama berada di madrasah.
“Ujian tahfidz ini merupakan salah satu program unggulan madrasah untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Kami sangat bangga melihat semangat anak-anak dalam mengikuti ujian hari ini,” ujarnya.
Para orang tua siswa juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka merasa bangga dan terharu melihat perkembangan hafalan putra-putri mereka yang telah dibimbing oleh para guru selama menempuh pendidikan di madrasah.
Dengan terselenggaranya ujian tahfidz ini, MIN 10 Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang kuat, cinta Al-Qur’an, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa.(na)