Loading...

  • Minggu, 03 Mei 2026

Teladan dalam Kebersamaan: Guru-Guru MIN 5 Asahan Jadi Petugas Upacara HGN, Menggema Pidato "Merawat Semesta Dengan Cinta"

DI MIN 5 ASAHAN

Hessa Perlompongan (Humas).

Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan utama madrasah ini dipimpin langsung oleh  Sri Dewi Susanti, S.Pd.I., selaku Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Kehadiran Ibu Dewi menambah nuansa formal sekaligus memberikan apresiasi tertinggi dari jajaran kementerian agama kepada para guru.

Sri Dewi membuka amanatnya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Madrasah dan para guru atas ide cemerlang menjadikan guru sebagai petugas upacara. Sri Dewi membacakan sambutan resmi Menteri Agama Republik Indonesia yang mengusung tema Merawat Semesta Dengan Cinta.

Pidato tersebut menekankan bahwa guru madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi duta moral yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang, moderasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan (semesta). Poin pidato adalah ajakan kepada guru agar mengajar tidak hanya dengan transfer ilmu tetapi juga dengan sentuhan hati dan empati,guru diminta menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, keharmonisan, dan melestarikan alam, sesuai nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Tema ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, yang menekankan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya dituntut mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan. Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.Dan negara terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Pemerintah menerapkan wajib sertifikasi PPG bagi seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN, sebagai langkah menuju standardisasi nasional profesi guru. Tujuannya adalah memastikan mutu pendidikan yang merata, adil, dan 3 berkualitas”, kutipan pidato yang dibacakan Sri Dewi.

Seluruh rangkaian upacara, dari persiapan hingga penutup, dijalankan dengan presisi tinggi, menunjukkan bahwa para guru telah berlatih dengan sungguh-sungguh.  Setiap guru yang bertugas, menjalankan peran mereka dengan intonasi yang jelas dan penuh wibawa.

 Enam orang guru terpilih yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) menjadi pusat perhatian. Mereka melangkah dengan tegap dan serentak, menunjukkan kerjasama tim yang erat.  Proses pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu "Indonesia Raya" berlangsung mulus tanpa cela, berhasil menyentuh hati para siswa yang menyaksikan. Momen ini memberikan pelajaran berharga kepada siswa tentang pentingnya kekompakan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap simbol negara.

 Kepala MIN 5 Asahan Tohiruddin Hasibuan,S.Pd.,M.M.,  menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk merayakan guru .Kami ingin menunjukkan bahwa guru adalah pemimpin sejati di dalam dan di luar kelas. Semangat Merawat Semesta Dengan Cinta kami wujudkan dengan merawat disiplin dan etika bernegara melalui upacara ini," jelas beliau.

Peringatan Hari Guru Nasional di MIN 5 Asahan tahun ini sukses menjadi ajang demonstrasi sinergi, disiplin, dan cinta kasih para pendidik. Melalui langkah tegap mereka sebagai petugas upacara, para guru tidak hanya merayakan profesi mereka, tetapi juga secara aktif menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa.(nm)



 

 

 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post