Penyuluh Agama Islam Kecamatan Simpang Empat, Memberikan Penyuluhan tentang Bahaya bulliying
SIMPANG EMPAT – Guna mengantisipasi dan mencegah tindakan perundungan (bullying) di lingkungan madrasah, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Simpang Empat, Imam Rojali, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada ratusan siswa-siswi di MTs.S Nurul Iman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.
Dalam arahannya, Imam Rojali menegaskan bahwa tindakan bullying—baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyberbullying)—sangat dilarang dalam ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa menyakiti sesama muslim, mengejek, atau merendahkan martabat orang lain merupakan perbuatan tercela yang dapat merusak tali silaturahmi dan mental korbannya.
"Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan mengajarkan kita untuk saling menghormati. Menyakiti teman, baik dengan ucapan maupun tindakan, tidak mencerminkan akhlak seorang muslim yang baik. Mari kita jadikan madrasah ini sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang," ujar Imam Rojali di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh warga sekolah, termasuk kepala madrasah dan majelis guru, untuk bersama-sama mengawasi dan menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Para siswa pun diimbau untuk berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Kepihak madrasah MTs.S Nurul Iman menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam Kecamatan Simpang Empat. Kegiatan bimbingan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran diri para siswa agar saling menghargai dan menjauhi segala bentuk kekerasan demi masa depan yang lebih baik.