Loading...

  • Selasa, 18 Agustus 2026

Puncak Semarak Kemerdekaan di MIN 5 Asahan: Pecahnya Tawa di Lomba Joget Balon Kelas 5 dan Sengitnya Estafet Sarung Kelas 6

di MIN 5 ASAHAN

Hessa Perlompongan (Humas). Suasana riang gembira dan sorak-sorai memenuhi area lapangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah melalui serangkaian perlombaan antarkelas selama beberapa hari terakhir, acara ditutup dengan pertarungan sengit sekaligus mengundang gelak tawa dari siswa kelas atas, yakni lomba Joget Balon untuk Kelas 5 dan Estafet Sarung untuk Kelas 6.Sabtu (15/08/2026)

Peringatan kemerdekaan tahun ini di MIN 5 Asahan memang dirancang lebih meriah. Ratusan siswa, jajaran dewan guru, hingga wali murid yang hadir turut memadati pinggir lapangan untuk memberikan dukungan penuh kepada tim jagoan mereka masing-masing.

Tawa Pecah di Lomba Joget Balon Kelas 5,pertandingan pertama yang disajikan pada hari penutupan ini adalah lomba joget balon yang dikhususkan untuk siswa-siswi Kelas 5. Lomba ini menuntut kekompakan ekstra dari setiap pasangan peserta. Aturan mainnya sederhana namun menantang: setiap pasangan harus mengapit sebuah balon di antara dahi mereka dan berjoget saat musik diputar, tanpa boleh menjatuhkan balon atau menyentuhnya dengan tangan.

Perbedaan tinggi badan, beberapa pasangan terlihat kesulitan karena perbedaan tinggi badan, membuat mereka harus memiringkan kepala dengan gaya yang canggung namun menggemaskan.

Tantangan menahan tawa, banyak peserta yang akhirnya menjatuhkan balon bukan karena tidak bisa berjoget, melainkan karena tidak sanggup menahan tawa melihat ekspresi lucu wajah pasangannya dari jarak yang sangat dekat.

 Gaya joget andalan, ketika musik dimainkan, beberapa siswa dengan penuh percaya diri mengeluarkan gaya joget andalan mereka, membuat penonton dan dewan guru tertawa terbahak-bahak hingga memberikan tepuk tangan meriah.

Pasangan yang berhasil bertahan hingga musik berhenti berkali-kali tanpa menjatuhkan balon akhirnya keluar sebagai juara, disambut dengan sorakan bangga dari teman-teman sekelasnya.

Ketegangan dan kekompakan tingkat tinggi di estafet sarung 6 kelas ,setelah perut dikocok oleh aksi kelas 5, giliran siswa paling senior, yakni Kelas 6, yang mengambil alih lapangan untuk berlaga di lomba Estafet Sarung. Berbeda dengan joget balon yang lebih mengutamakan keluwesan, estafet sarung membutuhkan strategi, kelenturan tubuh, dan kerja sama tim yang luar biasa.

Dalam perlombaan ini, setiap kelas diwakili oleh satu tim yang terdiri dari enam anak. Mereka harus berbaris saling berpegangan tangan rapat-rapat. Sebuah sarung kemudian harus dipindahkan dari ujung barisan ke ujung lainnya tanpa boleh melepaskan pegangan tangan sekalipun.

Meliuk dan merunduk, para siswa kelas 6 tampak berusaha keras meliukkan badan, merunduk, bahkan ada yang sampai terduduk di tanah agar sarung bisa melewati tubuh mereka dan berpindah ke teman di sebelahnya.

Adu kecepatan,  Sorak-sorai wali kelas 6 yang berada di pinggir lapangan menjadi penyemangat tersendiri. "Ayo, lebih cepat! Jangan dilepas tangannya!" teriak salah satu guru memberikan instruksi.

Momen kritis, beberapa tim sempat mengalami kendala ketika sarung tersangkut di kacamata atau peci peserta, yang mana membutuhkan ketenangan dari anggota tim lainnya untuk membantu mengarahkan tanpa menggunakan tangan yang sedang berpegangan.

Tim yang memiliki strategi paling rapi dan komunikasi yang baik akhirnya berhasil memindahkan sarung ke peserta terakhir dalam waktu paling singkat, memastikan gelar juara untuk kelas mereka.

Kepala MIN 5 Asahan , Tohiruddin Hasibuan , S.Pd.,M.M., dalam pidato penutupannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme seluruh siswa dan kerja keras panitia guru.

"Lomba-lomba yang kita adakan hari ini, baik itu joget balon maupun estafet sarung, bukan sekadar ajang mencari siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah miniatur dari perjuangan kemerdekaan kita. Butuh kekompakan, pantang menyerah, gotong royong, dan rasa kebersamaan untuk mencapai tujuan. Itulah nilai yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak didik di MIN 5 Asahan," ungkapnya.

Rangkaian perlombaan 17 Agustusan di MIN 5 Asahan resmi berakhir hari ini. Kegiatan ditutup, seluruh warga madrasah berharap, kegiatan ini akan menjadi kenangan indah yang mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.(nm)




 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post