Loading...

  • Selasa, 05 Mei 2026

Perkuat Pemahaman Keagamaan, Penyuluh KUA Sei Kepayang Beri Tausiyah di Majelis Taklim Al Ikhlas Perbangunan

Perkuat Pemahaman Keagamaan, Penyuluh KUA Sei Kepayang Beri Tausiyah di Majelis Taklim Al Ikhlas Perbangunan

Sei Kepayang – (Humas) Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh dari KUA Sei Kepayang memberikan tausiyah bertema fiqih wanita di Majelis Taklim Al Ikhlas Perbangunan, Pada Jumat, (13/02/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri puluhan ibu-ibu jamaah yang antusias mengikuti materi hingga selesai.

Dalam ceramahnya, Penyuluh Agama Islam KUA Sei Kepayang Muhammad Abduh Imam Abu Hanafi Napitupulu S.H, menyampaikan berbagai pembahasan seputar fiqih wanita, mulai dari thaharah (bersuci), haid dan nifas, tata cara ibadah dalam kondisi tertentu, hingga pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga sesuai tuntunan syariat Islam. Materi disampaikan secara lugas dan interaktif, sehingga para jamaah dapat memahami persoalan-persoalan yang kerap dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“Fiqih wanita sangat penting dipahami karena menyangkut ibadah dan peran perempuan dalam keluarga. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan para ibu dapat menjalankan kewajiban agama dengan lebih yakin dan tenang,” ujar penyuluh dalam tausiyahnya.

Kepala KUA Sei Kepayang H. Taufik Hidayat Simanjuntak S.Fil.I dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan melalui majelis taklim merupakan salah satu sarana efektif dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Majelis taklim menjadi wadah strategis untuk memperdalam ilmu agama, khususnya bagi kaum ibu. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas Perbangunan mengaku bersyukur dan merasa terbantu dengan materi yang disampaikan. Menurutnya, pembahasan fiqih wanita menjawab banyak pertanyaan yang selama ini belum sepenuhnya dipahami.

“Alhamdulillah, kami jadi lebih mengerti tentang hukum-hukum terkait haid, cara bersuci, dan ibadah lainnya. Penjelasannya mudah dipahami dan bisa langsung diamalkan,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif, di mana para jamaah menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami. Diharapkan melalui kegiatan ini, pemahaman keagamaan kaum ibu semakin kuat dan mampu menjadi pondasi dalam membina keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(SHH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 June 2024
Lihat Semua Post