Loading...

  • Selasa, 05 Mei 2026

Bimbingan Nasehat Takziah: ‘Tolong… Mayit Meminta Pertolongan’, Seruan Doa dari Alam Kubur

Bimbingan Penyuluhan Masyarakat

Kisaran (Humas) Suasana haru, terhibur dan penuh keheningan menyelimuti kegiatan bimbingan nasehat takziah yang digelar pada Senin malam Selasa, 4 Mei 2026. Dalam momentum tersebut, masyarakat diingatkan akan hakikat kematian sebagai pintu menuju kehidupan akhirat, sekaligus pentingnya peran doa dari orang-orang yang masih hidup bagi mereka yang telah mendahului.

Melalui bimbingan penyuluhan yang disampaikan oleh H. Raja Dedi Hermansyah, MM, MA, jamaah diajak merenungi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menggambarkan keadaan mayit di alam kubur seperti orang yang tenggelam, yang sangat membutuhkan pertolongan. Pertolongan itu tidak lain adalah doa, istighfar, dan amal kebaikan yang dihadiahkan oleh keluarga, sahabat, dan kaum muslimin.

Dalam penyampaiannya ditegaskan bahwa doa yang tulus dari anak, orang tua, maupun kerabat memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Bahkan, doa tersebut lebih berharga bagi ahli kubur daripada dunia dan seluruh isinya. Hal ini menjadi pengingat kuat bahwa hubungan kasih sayang tidak terputus oleh kematian, melainkan terus terhubung melalui doa.

Selain itu, disampaikan pula hadits Rasulullah yang menegaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Pesan ini mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan bekal amal sejak dini serta tidak melupakan kewajiban mendoakan orang tua dan keluarga yang telah wafat.

Kegiatan takziah ini juga menjadi penguatan spiritual bagi keluarga almarhum Daniel Hartawan (Abah Ulong), agar tetap tabah, sabar, dan ikhlas dalam menerima takdir Allah SWT. Doa bersama yang dipanjatkan menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas umat dalam mengiringi kepergian almarhum menuju kehidupan yang kekal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin tumbuh bahwa mendoakan orang yang telah meninggal bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan kebutuhan mendesak bagi mereka di alam kubur. Sebuah seruan lembut namun mendalam pun seakan menggema: “Tolong… kirimkan doa untuk kami.” (RH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post