Kemenag Asahan Kembali Raih Penghargaan Badan Publik Informatif pada KI Awards 2026
KI Award 2026
Loading...
Asahan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Bilal Mayit Se-Kecamatan Rawang Panca Arga, Selasa (20/10/26). Acara keagamaan ini diselenggarakan di Masjid Nurul Yaqin, Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan. Mengusung tema "Optimalisasi Peran Bilal Mayit Dalam Mewujudkan Masyarakat yang Madani dan Religius", kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pengurus jenazah di tingkat desa.
Kegiatan bernuansa religius ini diikuti oleh sebanyak 25 orang peserta yang merupakan perwakilan bilal mayit dari 6 desa di wilayah Kecamatan Rawang Panca Arga. Turut hadir mendampingi Kakankemenag Asahan dalam pembukaan acara tersebut, Kepala KUA Kecamatan Rawang Panca Arga beserta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan lembaga keagamaan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan ibadah masyarakat.
Dalam bimbingan dan arahannya, Kakankemenag menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap dedikasi dan pengabdian para bilal mayit selama ini. Beliau menekankan bahwa tugas mulia yang diemban para bilal mayit sejatinya merupakan proses menanamkan nilai-nilai agama di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Berkat peran vital mereka, kewajiban fardhu kifayah dalam mengurus jenazah di suatu kampung dapat terlaksana dengan selamat dan sesuai syariat.
Lebih lanjut, Kakankemenag berharap melalui pelatihan ini para peserta dapat meningkatkan taraf kinerjanya di lapangan. Beliau menginginkan agar para bilal mayit tidak sekadar menjadi pelaksana teknis pengurusan jenazah di lingkungan setempat. Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu tampil menjadi pemandu maupun pembimbing fardhu kifayah bagi warga di dusunnya masing-masing.
Penguatan peran sebagai pembimbing ini dinilai penting agar pemahaman mengenai tata cara pengurusan jenazah dapat tersosialisasi secara luas kepada generasi muda. Menurutnya, pemahaman fardhu kifayah yang merata di tengah masyarakat akan memperkokoh fondasi masyarakat yang islami. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang madani, maju, dan sarat nilai-nilai religius.
Pada penutupan sambutannya, Abdul Manan menegaskan pentingnya pembaruan wawasan dan keilmuan bagi para praktisi keagamaan. Beliau berharap momentum pelatihan ini dapat meng-update serta memantapkan keilmuan para bilal jenazah dalam menjalankan fardhu kifayah. Seiring berjalannya waktu, penyesuaian dan pemantapan ilmu fiqih tajhizul janazah harus terus diasah agar tidak terjadi kekeliruan di tengah masyarakat.
Suasana pembukaan pelatihan berlangsung secara khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir dari berbagai desa. Setelah acara pembukaan resmi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi fiqih dan praktik langsung tata cara mengurus jenazah. Diharapkan usai mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat membawa ilmu yang bermanfaat dan mengaplikasikannya secara optimal di desa masing-masing. (FR)
KI Award 2026
Pelatihan bilal mayyit
MoU