Loading...

  • Jumat, 15 Mei 2026

Peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kemenag Asahan Tugaskan Pejabat dan Pengawas Menjadi Pembina pada 35 Madrasah di Kabupaten Asahan

foto

Kisaran (Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA. Menugaskan Pejabat dan Pengawas Menjadi Pembina di 35 Madrasah Kabupaten Asahan Pada Peringatan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11/2025).

Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang berakar pada momentum bersejarah Kongres Guru Indonesia pertama di Surakarta pada 24-25 November 1945 yang melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia, dan tahun ini di lingkungan Kementerian Agama mengangkat tema HGN adalah Merawat Semesta Dengan Cinta.

Senada dengan semangat memajukan pendidikan Kemenag Asahan menjadikan momen ini penuh khidmat dengan menugaskan seluruh pejabat yakni Kasi dan Kakua se Kabupaten Asahan dan pengawas madrasah untuk menjadi pembina pada madrasah tingkat MI, MTs dan MA di 25 Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan.

“kita ingin momen ini bisa dirasakan oleh semua pihak tidak hanya para guru madrasah tetapi juga yang berada di satker Kemenag Asahan seperti KUA dan Pengawas madrasah untuk ikut juga merasakan khidmat dari peringatan HGN, sehingga bisa dirasakan kehadiran Kemenag Asahan pada seluruh madrasah yang ada di Kabupaten Asahan”, jelas Abdul Manan saat dimintai keterangan.

Menurutnya kehadiran kita di madrasah bisa memberikan sesuatu yang berbeda karena ini perdana dilaksanakan di Asahan khususnya sehingga semangat kita dalam membentuk kebersamaan dan kekeluargaan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendidik dan pencerdas anak bangsa khususnya di madrasah.

Sedangkan di Kantor Kemenag Asahan yang bertindak sebagai Pembina adalah Penyelenggara Kristen Marintan Simanjuntak, S.Th., diikuti oleh seluruh pegawai dan penyuluh Kantor Kemenag Asahan.

Dalam amanatnya Penyelenggara Kristen membacakan amanat Menteri Agama RI bahwa guru adalah pilar utama pembangunan pendidikan.

“maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang tanggung jawab besarnya berada di punda guru. Sejarah dunia mencatat, ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam perang dunia kedua tahun 1942- 1945 yang mengakibatkan Jepang menyerah kalah tanpa syarat kepada sekutu, satu pertanyaan Kaisar kepada menterinya adalah Berapa gurru yagn tersisa? Ia yakin dari tangan guru-guru yang tersisa akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang baru”, jelas Marintan.

Sejarah dunia menunjukkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kesalahan dalam membangun sektor lain dapat diperbaiki dalam waktu singkat, tetapi kesalahan dalam pendidikan akan berdampak lintas generasi. Karena itu sistem pendidikan nasional harus disusun dengan penuh pertimbangan, kecermatan dan keutuhan visi kebangsaan.

Lebih lanjut tema yang diangkat oleh Kementerian Agama sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama yang menekankan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya dituntut mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan. Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Kemenag terus memperkuat profesionalisme dan kualitas guru melalui pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dijalankan secara bertahap, terukur dan berkeadilan. Pada tahun 2023 dan 2024 total peserta PPG tercatat sebanyak 41 ribu guru. Pada tahun 2025 jumlah ini meningkat menjadi lebi dari 301 ribu guru atau naik sekitar 620 persen. Peningkatan ini terjadi merata pada guru madrasah, guru pendidikan agama Islam serta guru pada bimbingan masyarakat Hindu, Budha, Kristen dan Katolik. Ini menunjukkan bahwa seluruh guru di bawah naungan Kemenag meperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan pengakuan profesionalnya.

Terakhir mari kita terus memperkuat dedikasi, profesionalisme dan keikhlasan dalam mendidik generasi bangsa. Didiklah anak-anak kita dengan cinta agar lahir generasi yang mencintai Tuhan, tanah air dan sesama manusia. Semoga pengabdian Bapak dan Ibu guru dicatat sebagai amal kebaikan yang tidak terputus.

Untuk petugas yang bertindak Komandan Upacara Lambok Hatigoran Silitonga, S.Th., dan pembawa bendera Merah Putih Zuli Ariny, S.S., Putri Nurashikin, S.Pi., dan Debora Desi, S.Th.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post