Loading...

  • Sabtu, 16 Mei 2026

Penutupan Gebyar Festival Lagu Kebangsaan , Kakankemenag Asahan: Proses Pendidikan Karakter Berbasis Kebangsaan

foto bersama

Kisaran (Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA. Tutup Gebyar Festival Lagu Kebangsaan Antar Guru Madrasah se Kabupaten Asahan, Kamis (07/08/2025).

Festival ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 tahun 2025, serta sebagai upaya konkret untuk memperkuat jiwa nasionalisme dan patriotisme di lingkungan madrasah se Kabupaten Asahan dengan mengangkat tema Melodi Patriotik, Jiwa Nasionalis, menggema semangat Indonesia Raya di hati Pendidik Madrasah.

Dalam sambutannya Kakankemenag Asahan mengatakan bahwa kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap penguatan karakter dan kesiapan spiritual anak-anak, secara tidak langsung program ini juga menciptakan kolaborasi strategis dunia pendidikan dengan program-program kebangsaan yang dirancang oleh Kemenag Asahan, khususnya dalam menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-80 pada tahun 2025 ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar guru madrasah, namun juga sarana memperkuat persatuan dan kesatuan antar pendidik lintas jenjang dan lembaga pendidik islam.

Tidak hanya menyuguhkan penampilan lagi-lagu perjuangan, acara ini juga dihiasi dengan berbagai seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan warisan nusantara. Semangat peserta sangat terasa saat mereka membawakan lagu-lagu seperti Hari Merdeka, Kebyar- kebyar, Indonesia Pusaka, Tanah Airku Tidak Kulupakan, dan Berkibarlah Bendera Negeriku dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana haru dan bangga yang memuakau para penonton.

Abdul Manan melalui kegiatan ini, diharapkan semangat nasionalisme tidak hanya berhenti diruang kelas atau sekedar peringatan simbolik semata, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus dipupuk, ditanamkan, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Gebyar Festival Lagu Kebangsaan Antar Guru Madrasah ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan, khususnya madrasah, memiliki andil besar dalam menjaga dan meneruskan semangat kemerdekaan. Dengan semangat yang ditunjukkan para guru ini, harapan akan tumbuhnya generasi muda yang cinta tanah air, berjiwa patriotik, dan berintegritas tinggi di masa depan semakin terbuka lebar.

Suasana patriotik begitu terasa sejak awal acara, dengan dekorasi panggung yang dihiasi nuansa merah putih tempat berlangsungnya kegiatan, serta lagu-lagu kebangsaan yang mengiring setiap penampilan peserta. Para guru tampil dengan pakaian adat dan seragam resmi madrasah yang menunjukkan keragaman budaya namun tetap dalam satu semangat persatuan indonesia, Penampilan lagu yang dibawakan tidak hanya mengandalkan kemampuan vokal, tetapi juga disertai koreografi sederhana yang menggambarkan semangat perjuangan bangsa.

Peserta terlihat sangat totalitas, mereka mempersiapkan diri dengan matang, ini menunjukkan bahwa para pendidik benar-benar memahami esensi kegiatan ini, bukan sekedar kompetisi biasa, tetapi juga bagian dari proses pendidik karakter berbasis kebangsaan.

Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada guru-guru yang tampil luar biasa melalui pemberian thropy, piagam penghargaan, sertifikat, serta belasan hadiah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai luhur kebangsaan dan semangat kemerdekaan ditanamkan dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan penuh semangat oleh para pendidik madrasah

Dengan berakhirnya kegiatan Gebyar Festival Lagu Kebangsaan ini, semangat nasionalisme semakin kuat dan menyala dihati para Guru Madrasah di Kabupaten Asahan, mereka tidak hanya pulang membawa kenangan indah dari sebuah festival, tetapi juga membawa semangat baru untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan mereka. Kabupaten Asahan patut berbangga memiliki para pendidik yang tidak hanya cerdas dan profesional, tetapi juga memiliki jiwa nasionalis yang tinggi.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menanamkan nilai-nilai patriotik melalui pendidikan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, dan tugas itulah yang kini diemban oleh para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang terus menjaga nyala semangat kemerdekaan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Rosmansyah, S.TP., dan dihadiri oleh mewakili Disnaker Kabupaten Asahan, Kadis Perkim Kabupaten Asahan, Kakua se Kabupaten Asahan, Ka. Madrasah Negeri dan Swasta Tk, RA, MI, MTs dan MA, Wakil Ketua MUI Kabupaten Asahan, Ketua DWP Kemenag Asahan, Pengurus Fahmi Ummi dan tamu undangan lainnya.

Adapun nama para pemenangnya untuk Putra Juara I Karimuddin Siregar MIN 10 Asahan, Juara II Yusuf Ardian Marpaung MTs AW Asahan Mati, dan Juara III Ardi Syahputra MAS Yapi Bagan Asahan. Untuk Harapan Putra Juara I Randi Purnama dari MAN Asahan, Harapan II M. Bima Al Gamar MTsN 2 Asahan, Harapan III Alimuddin MIN 9 Asahan.

Untuk pemenang Putri Juara I Rizka Aulia dari MAS Muh. Sei Apung Jaya, Juara II Nurul Hawla MIS Mitsuka Katsirun, Juara III Elvita Mamy RA I’anatun Nahidh. Harapan Putri I Sri Rahayu dari MIS Musa’adatul Iman, Harapan II MIS Islamiyah Sigodong-godong, Harapan III Safhira Amalia Br. Lubis MIN 8 Asahan. (WM)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post