Kisaran
(Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H.
Abdul Manan, MA. Tutup Gebyar Festival Lagu Kebangsaan Antar Guru Madrasah se
Kabupaten Asahan, Kamis (07/08/2025).
Festival
ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke
80 tahun 2025, serta sebagai upaya konkret untuk memperkuat jiwa nasionalisme
dan patriotisme di lingkungan madrasah se Kabupaten Asahan dengan mengangkat
tema Melodi Patriotik, Jiwa Nasionalis, menggema semangat Indonesia Raya di
hati Pendidik Madrasah.
Dalam
sambutannya Kakankemenag Asahan mengatakan bahwa kehadiran mereka menunjukkan
dukungan lintas sektor terhadap penguatan karakter dan kesiapan spiritual
anak-anak, secara tidak langsung program ini juga menciptakan kolaborasi strategis
dunia pendidikan dengan program-program kebangsaan yang dirancang oleh Kemenag
Asahan, khususnya dalam menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-80
pada tahun 2025 ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar
guru madrasah, namun juga sarana memperkuat persatuan dan kesatuan antar
pendidik lintas jenjang dan lembaga pendidik islam.
Tidak
hanya menyuguhkan penampilan lagi-lagu perjuangan, acara ini juga dihiasi
dengan berbagai seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan warisan nusantara.
Semangat peserta sangat terasa saat mereka membawakan lagu-lagu seperti Hari
Merdeka, Kebyar- kebyar, Indonesia Pusaka, Tanah Airku Tidak Kulupakan, dan Berkibarlah
Bendera Negeriku dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana haru dan bangga
yang memuakau para penonton.
Abdul
Manan melalui kegiatan ini, diharapkan semangat nasionalisme tidak hanya
berhenti diruang kelas atau sekedar peringatan simbolik semata, tetapi menjadi
bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus dipupuk, ditanamkan, dan
diwariskan dari generasi ke generasi.
Gebyar
Festival Lagu Kebangsaan Antar Guru Madrasah ini menjadi bukti bahwa dunia
pendidikan, khususnya madrasah, memiliki andil besar dalam menjaga dan
meneruskan semangat kemerdekaan. Dengan semangat yang ditunjukkan para guru
ini, harapan akan tumbuhnya generasi muda yang cinta tanah air, berjiwa patriotik,
dan berintegritas tinggi di masa depan semakin terbuka lebar.
Suasana
patriotik begitu terasa sejak awal acara, dengan dekorasi panggung yang dihiasi
nuansa merah putih tempat berlangsungnya kegiatan, serta lagu-lagu kebangsaan
yang mengiring setiap penampilan peserta. Para guru tampil dengan pakaian adat dan
seragam resmi madrasah yang menunjukkan keragaman budaya namun tetap dalam satu
semangat persatuan indonesia, Penampilan lagu yang dibawakan tidak hanya
mengandalkan kemampuan vokal, tetapi juga disertai koreografi sederhana yang
menggambarkan semangat perjuangan bangsa.
Peserta
terlihat sangat totalitas, mereka mempersiapkan diri dengan matang, ini
menunjukkan bahwa para pendidik benar-benar memahami esensi kegiatan ini, bukan
sekedar kompetisi biasa, tetapi juga bagian dari proses pendidik karakter
berbasis kebangsaan.
Tak
hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada guru-guru yang tampil luar biasa
melalui pemberian thropy, piagam penghargaan, sertifikat, serta belasan hadiah sebagai
bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Bukan soal menang atau kalah,
melainkan tentang bagaimana nilai-nilai luhur kebangsaan dan semangat
kemerdekaan ditanamkan dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan penuh semangat
oleh para pendidik madrasah
Dengan
berakhirnya kegiatan Gebyar Festival Lagu Kebangsaan ini, semangat nasionalisme
semakin kuat dan menyala dihati para Guru Madrasah di Kabupaten Asahan, mereka
tidak hanya pulang membawa kenangan indah dari sebuah festival, tetapi juga
membawa semangat baru untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan
pendidikan mereka. Kabupaten Asahan patut berbangga memiliki para pendidik yang
tidak hanya cerdas dan profesional, tetapi juga memiliki jiwa nasionalis yang
tinggi.
Semoga
kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain
dalam menanamkan nilai-nilai patriotik melalui pendidikan. Karena bangsa yang
besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, dan tugas itulah
yang kini diemban oleh para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang terus
menjaga nyala semangat kemerdekaan dalam dunia pendidikan.
Kegiatan
ini ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Rosmansyah,
S.TP., dan dihadiri oleh mewakili Disnaker Kabupaten Asahan, Kadis Perkim
Kabupaten Asahan, Kakua se Kabupaten Asahan, Ka. Madrasah Negeri dan Swasta Tk,
RA, MI, MTs dan MA, Wakil Ketua MUI Kabupaten Asahan, Ketua DWP Kemenag Asahan,
Pengurus Fahmi Ummi dan tamu undangan lainnya.
Adapun
nama para pemenangnya untuk Putra Juara I Karimuddin Siregar MIN 10 Asahan, Juara
II Yusuf Ardian Marpaung MTs AW Asahan Mati, dan Juara III Ardi Syahputra MAS
Yapi Bagan Asahan. Untuk Harapan Putra Juara I Randi Purnama dari MAN Asahan,
Harapan II M. Bima Al Gamar MTsN 2 Asahan, Harapan III Alimuddin MIN 9 Asahan.
Untuk
pemenang Putri Juara I Rizka Aulia dari MAS Muh. Sei Apung Jaya, Juara II Nurul
Hawla MIS Mitsuka Katsirun, Juara III Elvita Mamy RA I’anatun Nahidh. Harapan
Putri I Sri Rahayu dari MIS Musa’adatul Iman, Harapan II MIS Islamiyah
Sigodong-godong, Harapan III Safhira Amalia Br. Lubis MIN 8 Asahan. (WM)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom....
Berita Terbaru
Gelar Bimwin, KUA Sei Kepayang Barat dan Dinas P2KBP3A Saling Sinergi Wujudkan Keluarga Sehat dan Bahagia
13 May 2026
Inovasi Layanan Keagamaan: Kakankemenag Kabupaten Asahan Resmikan Ruang Konsultasi dan Inspirasi
13 May 2026
Mind Mapping Bantu Siswa Kelas 5C MIN 10 Asahan Memahami Hukum Bacaan Mim Sukun
05 May 2026
Semangat Belajar Sambil Bermain, Siswa Kelas 2C MIN 10 Asahan Belajar Menjaga Kesehatan Gigi dengan Model TGT
01 May 2026
Siswa Kelas VI-C MIN 10 Asahan Tampil Percaya Diri dalam “Dream Profession Presentation”
09 May 2026
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan Gelar Bimbingan Penyuluhan dan Dialog Fiqih Qurban di Majelis Taklim Nurul Iman Kelurahan Mutiara