Loading...

  • Selasa, 05 Mei 2026

Penuh Warna! Ratusan Siswa MIN 3 Asahan Adu Kreativitas dalam Ajang KSKL

Tampak ratusan siswa MIN 3 Asahan sedang mengikuti lomba mewarnai

Pulau  Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar lomba mewarnai yang diikuti oleh seluruh siswa kelas rendah di halaman utama madrasah pada Senin pagi, (15/12). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan Kompetisi Standar Kompetensi Lulusan (KSKL) yang telah dimulai sejak tanggal 11 Desember 2025 lalu. Keikutsertaan seluruh siswa kelas rendah ini menjadi penanda bahwa KSKL tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mengedepankan pengembangan bakat dan karakter siswa sejak dini.

​Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, member komentarnya mengenai pelaksanaan kegiatan yang sangat meriah dan penuh makna ini. Ia menyampaikan bahwa lomba mewarnai ini adalah puncak dari upaya madrasah dalam menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional atau kreatif siswa. Kegiatan ini, menurutnya, adalah wujud nyata dari pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai ujian semata, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa.

“Kegiatan lomba mewarnai yang merupakan bagian dari rangkaian Kompetisi Standar Kompetensi Lulusan ini sungguh luar biasa. Kami melihat betapa besarnya potensi kreatif yang dimiliki oleh siswa-siswi kelas rendah kami. Ini membuktikan bahwa pendidikan di MIN 3 Asahan tidak hanya berfokus pada buku dan angka, tetapi juga pada pengembangan jiwa seni dan karakter yang seimbang. Tujuan utama kami adalah mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan mampu mengekspresikan diri dengan positif.” Terang Ummiati.

​Pada kesempatan yang sama, Ummiati Nasution juga mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kelancaran pelaksanaan seluruh rangkaian KSKL, termasuk lomba mewarnai ini. Ia menuturkan bahwa semua berjalan sesuai rencana, dan antusiasme yang ditunjukkan oleh siswa adalah indikator keberhasilan. Ummiati menekankan bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua adalah kunci utama di balik kesuksesan setiap program yang diadakan oleh madrasah.

​Lebih lanjut, Kepala Madrasah menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada penanggung jawab kegiatan dan seluruh guru yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Ummiati mengatakan bahwa pengorban dan kerja keras mereka patut diacungi jempol. Mulai dari persiapan teknis, penyediaan materi lomba, hingga penjurian, semua dilakukan dengan profesionalisme yang tinggi demi menjamin kegiatan berjalan lancar dan adil.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh tim yang telah diberikan mandat, mereka telah bekerja tanpa lelah. Dari penyusunan konsep hingga pelaksanaan yang detail, semua menunjukkan komitmen tinggi terhadap kemajuan madrasah. Kerja keras Bapak/Ibu sekalian adalah pilar utama kesuksesan acara ini. Kami bangga memiliki tim yang solid dan berdedikasi seperti ini.” Tuturnya.

​Harapan besar juga disampaikan oleh Ummiati Nasution untuk masa depan siswa MIN 3 Asahan. Ia berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah yang efektif bagi siswa untuk mengembangkan bakat terpendam mereka. Selain itu, ia berharap agar semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas yang telah ditanamkan melalui KSKL ini dapat dibawa oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah.

​“Harapan saya ke depan, semoga semangat kreativitas dan kompetisi yang positif ini terus berlanjut. Kami berharap agar MIN 3 Asahan dapat terus menjadi rumah bagi tumbuhnya generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berani berekspresi. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak kami semakin percaya diri dan mampu menjadi pribadi yang utuh dan siap menghadapi tantangan masa depan.” Ucap Ummiati penuh harap.

​Penanggung jawab kegiatan KSKL, Wahyudi, turut memberikan keterangannya terkait teknis dan substansi acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa lomba mewarnai ini dipilih karena merupakan metode yang paling efektif dan menyenangkan untuk mengukur beberapa aspek kompetensi lulusan di kelas rendah. Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah untuk menstimulasi kemampuan motorik halus, meningkatkan daya fokus, dan mendorong imajinasi kreatif anak-anak.

“Lomba mewarnai ini bukan hanya sekadar mengisi waktu luang pasca ujian, melainkan memiliki tujuan pendidikan yang sangat esensial. Kami bertujuan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak-anak, meningkatkan konsentrasi mereka dalam menyelesaikan pekerjaan, dan yang paling penting, memberikan ruang bagi mereka untuk mengeluarkan imajinasi dan kreativitas. Ini adalah bagian integral dari Kompetisi Standar Kompetensi Lulusan, yang memastikan bahwa aspek psikomotorik siswa kelas rendah juga teruji.” Ujarnya.

​Wahyudi juga memaparkan secara rinci jumlah peserta yang terlibat dalam kompetisi penuh warna ini.  Ia menjelaskan bahwa lomba mewarnai ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 3, dengan total keseluruhan peserta mencapai 165 orang. Tingginya angka partisipasi ini menunjukkan respon yang sangat positif dari siswa dan juga dukungan penuh dari orang tua terhadap program-program pengembangan bakat di MIN 3 Asahan.

​Pada kesempatan itu, Wahyudi menambahkan bahwa proses penjurian akan dilakukan secara objektif dengan kriteria yang jelas, meliputi keharmonisan warna, kerapian, dan kreativitas. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi para peserta untuk belajar tentang kompetisi yang sehat dan menghargai proses, bukan hanya hasil akhir. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post