Amankan Aset Sekolah, MIN 3 Asahan Gandeng BPN Proses Pertek Pertanahan
Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., didampingi oleh Wakil Kepala Madr...
Loading...
Pulau
Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati
Nasution, bersama seluruh jajaran pendidik menyambut secara langsung kedatangan
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan di
kantor sementara madrasah pada Rabu, (26/08), guna melaksanakan agenda krusial
pemeriksaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bantuan Operasional Sekolah
Madrasah (BOSM) Triwulan 1 dan Triwulan 2 secara komprehensif.
Kunjungan
kerja yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini berlangsung dalam suasana penuh
kehangatan namun tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme serta
transparansi tata kelola keuangan lembaga pendidikan. Walaupun saat ini
kegiatan operasional rutin sehari-hari masih terpaksa dilangsungkan di lokasi
bangunan sementara akibat proses pembenahan fasilitas utama, kondisi tersebut
terbukti sama sekali tidak menyurutkan semangat maupun kesiapan para pengelola
madrasah dalam menyajikan seluruh dokumen pembelanjaan dana secara transparan
dan akuntabel tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Tim
Monev Kemenag Asahan yang ditugaskan khusus untuk melaksanakan pemeriksaan
mendalam kali ini terdiri dari tiga personil profesional berpengalaman, yakni
Muri, Rozi, dan Arif, yang masing-masing dikenal memiliki ketelitian tinggi
dalam bidang audit keuangan serta administrasi pendidikan madrasah.
Kedatangan ketiga Tim Monev tersebut disambut antusias oleh jajaran pimpinan serta staf pengelola keuangan madrasah yang telah mempersiapkan seluruh berkas arsip pembelanjaan dengan sangat rapi jauh-jauh hari sebelum kegiatan audit dimulai di ruang kerja sementara.
Setibanya
di lokasi, ketiga personil tim monev langsung membagi tugas secara proporsional
dan terstruktur guna mengefektifkan jalannya pemeriksaan berkas agar seluruh
komponen anggaran terserap dengan jelas. Muri, Rozi, dan Arif berbagi fokus
pengawasan secara detail, mulai dari pencocokan nota belanja fisik, keabsahan
kuitansi transaksi, kesesuaian Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM),
ketepatan pos alokasi dana untuk triwulan pertama dan kedua, hingga penertiban
administrasi serta inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) agar tidak ada celah
kekeliruan administrasi.
Dalam
proses pemeriksaan yang berlangsung secara seksama tersebut, tim monev meneliti
setiap lembar rincian penggunaan anggaran yang dibelanjakan untuk memastikan
bahwa seluruh alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah benar-benar tepat
sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan kualitas belajar siswa.
Mereka memeriksa satu per satu bukti transaksi keuangan dengan teliti,
memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas madrasah telah melalui
prosedur pertanggungjawaban baku yang sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian
Agama Republik Indonesia.
Di sela-sela pemeriksaan aset, Arif yang mengawal penertiban Barang Milik Negara (BMN) menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pencatatan aset yang rapi meski madrasah tengah berada di lokasi darurat.
"Meski
saat ini MIN 3 Asahan beroperasi di kantor sementara akibat pembenahan
fasilitas, kami sangat mengapresiasi kerapian serta kesiapan pencatatan Barang
Milik Negara (BMN). Penertiban dan pencatatan BMN ini sangat krusial untuk
memastikan seluruh aset fisik baik dari pembelanjaan dana BOSM maupun
inventaris pendukung terdata dengan akurat, memiliki label fisik yang jelas,
serta dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya secara sah," tegas Arif.
Menanggapi
pelaksanaan monitoring dan evaluasi ketat tersebut, Kepala MIN 3 Asahan,
Ummiati Nasution, menyampaikan pandangan mendalam mengenai pentingnya audit
berkala sebagai instrumen penguatan tata kelola institusi yang bersih dan
terpercaya. Beliau menyatakan secara langsung bahwa lembaganya sangat terbuka dan
senantiasa berkomitmen penuh untuk menjaga integritas penggunaan anggaran
publik demi kemajuan mutu pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.
Lebih
lanjut, Ummiati Nasution dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa
pemeriksaan LPJ Bantuan Operasional Sekolah Madrasah untuk Triwulan 1 dan
Triwulan 2 ini merupakan momentum emas bagi lembaganya untuk melakukan evaluasi
total secara objektif. Beliau menegaskan dalam kalimat langsungnya,
"Kami di MIN 3 Asahan menyambut baik kehadiran tim monev dari Kemenag Asahan karena transparansi finansial adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang unggul, bersih, dan berintegritas tinggi."
Ummiati
juga menambahkan bahwa pembinaan dan koreksi mendetail dari tim audit eksternal
sangat dibutuhkan agar setiap staf pengelola keuangan di madrasah semakin
mahir, tertib administrasi, serta terhindar dari potensi kesalahan prosedural
di masa mendatang. Ia menilai bahwa pengawasan ketat seperti ini ibarat vitamin
penawar rindu yang menyegarkan sistem birokrasi internal, sehingga seluruh
komponen pengelola madrasah dapat terus memperbaiki diri serta bekerja secara
profesional demi kepuasan pelayanan publik.
"Kami
sangat membutuhkan pembinaan dan koreksi mendetail dari tim audit eksternal,
karena kami anggap langkah ini penting agar seluruh staf pengelola keuangan
madrasah semakin mahir, tertib administrasi, dan terhindar dari kekeliruan
prosedur kelak. Pengawasan yang ketat ini layaknya suplemen penyegar bagi
birokrasi internal kita, mendorong seluruh elemen madrasah untuk terus
membenahi diri dan bekerja profesional demi memberikan pelayanan publik yang
memuaskan," terangnya.
Suasana
pemeriksaan yang berlangsung di kantor sementara tersebut terpancar sangat
komunikatif, di mana tim monev Muri, Rozi, dan Arif tidak hanya bertindak
sebagai pemeriksa berkas yang kaku, melainkan turut memberikan bimbingan teknis
serta solusi practical kepada pengelola keuangan madrasah. Diskusi dua arah
terjalin hangat manakala para pengawas membagikan tips pencatatan digital yang
efektif serta tata cara pengelolaan inventaris BMN agar pelaporan keuangan
triwulanan berikutnya dapat diselesaikan dengan lebih cepat, rapi, dan mudah
diverifikasi oleh instansi berwenang.
Menutup rangkaian kegiatan kunjungan monev hari itu, Ummiati Nasution kembali menegaskan optimisme lembaganya untuk terus mencetak prestasi gemilang di berbagai bidang meski saat ini masih beroperasi di fasilitas darurat atau sementara. Dengan selesainya pemeriksaan LPJ BOSM TW 1 dan TW 2 serta penertiban BMN ini, ia berharap MIN 3 Asahan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern serta mampu mempertahankan predikat sebagai institusi pendidikan Islam teladan di Kabupaten Asahan. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., didampingi oleh Wakil Kepala Madr...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, bersama seluruh jajaran pendidik menyambut secara...
Pulau Rakyat (Humas) — Sebanyak 20 siswa-siswi pilihan dari kelas 3, 4, dan 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti bimbingan...