Loading...

  • Kamis, 27 Agustus 2026

Pastikan Akuntabilitas Keuangan dan BMN, Tim Monev Kemenag Asahan Sambangi Kantor Sementara MIN 3 Asahan

Tim Monev sendang memeriksa dokumen-dokumen pendukung dihadapan bendahara pembantu madrasah

Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, bersama seluruh jajaran pendidik menyambut secara langsung kedatangan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan di kantor sementara madrasah pada Rabu, (26/08), guna melaksanakan agenda krusial pemeriksaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bantuan Operasional Sekolah Madrasah (BOSM) Triwulan 1 dan Triwulan 2 secara komprehensif.

Kunjungan kerja yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan namun tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme serta transparansi tata kelola keuangan lembaga pendidikan. Walaupun saat ini kegiatan operasional rutin sehari-hari masih terpaksa dilangsungkan di lokasi bangunan sementara akibat proses pembenahan fasilitas utama, kondisi tersebut terbukti sama sekali tidak menyurutkan semangat maupun kesiapan para pengelola madrasah dalam menyajikan seluruh dokumen pembelanjaan dana secara transparan dan akuntabel tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Tim Monev Kemenag Asahan yang ditugaskan khusus untuk melaksanakan pemeriksaan mendalam kali ini terdiri dari tiga personil profesional berpengalaman, yakni Muri, Rozi, dan Arif, yang masing-masing dikenal memiliki ketelitian tinggi dalam bidang audit keuangan serta administrasi pendidikan madrasah.

Kedatangan ketiga Tim Monev tersebut disambut antusias oleh jajaran pimpinan serta staf pengelola keuangan madrasah yang telah mempersiapkan seluruh berkas arsip pembelanjaan dengan sangat rapi jauh-jauh hari sebelum kegiatan audit dimulai di ruang kerja sementara.

Setibanya di lokasi, ketiga personil tim monev langsung membagi tugas secara proporsional dan terstruktur guna mengefektifkan jalannya pemeriksaan berkas agar seluruh komponen anggaran terserap dengan jelas. Muri, Rozi, dan Arif berbagi fokus pengawasan secara detail, mulai dari pencocokan nota belanja fisik, keabsahan kuitansi transaksi, kesesuaian Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM), ketepatan pos alokasi dana untuk triwulan pertama dan kedua, hingga penertiban administrasi serta inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) agar tidak ada celah kekeliruan administrasi.

Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung secara seksama tersebut, tim monev meneliti setiap lembar rincian penggunaan anggaran yang dibelanjakan untuk memastikan bahwa seluruh alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan kualitas belajar siswa. Mereka memeriksa satu per satu bukti transaksi keuangan dengan teliti, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas madrasah telah melalui prosedur pertanggungjawaban baku yang sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di sela-sela pemeriksaan aset, Arif yang mengawal penertiban Barang Milik Negara (BMN) menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pencatatan aset yang rapi meski madrasah tengah berada di lokasi darurat.

"Meski saat ini MIN 3 Asahan beroperasi di kantor sementara akibat pembenahan fasilitas, kami sangat mengapresiasi kerapian serta kesiapan pencatatan Barang Milik Negara (BMN). Penertiban dan pencatatan BMN ini sangat krusial untuk memastikan seluruh aset fisik baik dari pembelanjaan dana BOSM maupun inventaris pendukung terdata dengan akurat, memiliki label fisik yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya secara sah," tegas Arif.

Menanggapi pelaksanaan monitoring dan evaluasi ketat tersebut, Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, menyampaikan pandangan mendalam mengenai pentingnya audit berkala sebagai instrumen penguatan tata kelola institusi yang bersih dan terpercaya. Beliau menyatakan secara langsung bahwa lembaganya sangat terbuka dan senantiasa berkomitmen penuh untuk menjaga integritas penggunaan anggaran publik demi kemajuan mutu pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Lebih lanjut, Ummiati Nasution dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa pemeriksaan LPJ Bantuan Operasional Sekolah Madrasah untuk Triwulan 1 dan Triwulan 2 ini merupakan momentum emas bagi lembaganya untuk melakukan evaluasi total secara objektif. Beliau menegaskan dalam kalimat langsungnya,

"Kami di MIN 3 Asahan menyambut baik kehadiran tim monev dari Kemenag Asahan karena transparansi finansial adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang unggul, bersih, dan berintegritas tinggi."

Ummiati juga menambahkan bahwa pembinaan dan koreksi mendetail dari tim audit eksternal sangat dibutuhkan agar setiap staf pengelola keuangan di madrasah semakin mahir, tertib administrasi, serta terhindar dari potensi kesalahan prosedural di masa mendatang. Ia menilai bahwa pengawasan ketat seperti ini ibarat vitamin penawar rindu yang menyegarkan sistem birokrasi internal, sehingga seluruh komponen pengelola madrasah dapat terus memperbaiki diri serta bekerja secara profesional demi kepuasan pelayanan publik.

"Kami sangat membutuhkan pembinaan dan koreksi mendetail dari tim audit eksternal, karena kami anggap langkah ini penting agar seluruh staf pengelola keuangan madrasah semakin mahir, tertib administrasi, dan terhindar dari kekeliruan prosedur kelak. Pengawasan yang ketat ini layaknya suplemen penyegar bagi birokrasi internal kita, mendorong seluruh elemen madrasah untuk terus membenahi diri dan bekerja profesional demi memberikan pelayanan publik yang memuaskan," terangnya.

Suasana pemeriksaan yang berlangsung di kantor sementara tersebut terpancar sangat komunikatif, di mana tim monev Muri, Rozi, dan Arif tidak hanya bertindak sebagai pemeriksa berkas yang kaku, melainkan turut memberikan bimbingan teknis serta solusi practical kepada pengelola keuangan madrasah. Diskusi dua arah terjalin hangat manakala para pengawas membagikan tips pencatatan digital yang efektif serta tata cara pengelolaan inventaris BMN agar pelaporan keuangan triwulanan berikutnya dapat diselesaikan dengan lebih cepat, rapi, dan mudah diverifikasi oleh instansi berwenang.

Menutup rangkaian kegiatan kunjungan monev hari itu, Ummiati Nasution kembali menegaskan optimisme lembaganya untuk terus mencetak prestasi gemilang di berbagai bidang meski saat ini masih beroperasi di fasilitas darurat atau sementara. Dengan selesainya pemeriksaan LPJ BOSM TW 1 dan TW 2 serta penertiban BMN ini, ia berharap MIN 3 Asahan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern serta mampu mempertahankan predikat sebagai institusi pendidikan Islam teladan di Kabupaten Asahan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post