MIN 5 Asahan Gelar Upacara Hardiknas: Perkuat Sinergi Demi Mewujudkan Pendidikan Bermutu
Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Ha...
Loading...
Hessa Perlompongan (Humas). Madrasah Ibtidaiyah
Negeri (MIN) 5 Asahan melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah
Pemuda ke-97 dengan nuansa yang berbeda pada Selasa, (28/10/2025). Berbeda dari
biasanya, Kepala Madrasah Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., MM.,menunjuk salah satu
guru senior yaitu, Sodiati S.Pd., sebagai Pembina upacara. Ratusan siswa dari kelas 1
hingga 6, beserta seluruh dewan guru dan staf tata usaha, mengikuti jalannya
upacara di lapangan utama madrasah dengan tertib dan khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Sodiati, S.Pd., menyampaikan amanat dengan tema Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia
Bersatu. Beliau menekankan bahwa Sumpah Pemuda adalah warisan semangat
perjuangan kaum muda terdahulu untuk terus mengobarkan semangat juang dan
persatuan.
"Anak-anak kami sekalian, 96 tahun lalu,
para pemuda dari berbagai suku, agama, dan daerah berkumpul di Jakarta. Mereka
rela mengesampingkan perbedaan untuk bersumpah: Bertumpah darah satu, tanah air
Indonesi, Berbangsa satu, bangsa Indonesia dan Menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia," ujar Sodiati dengan suara lantang.
Ia melanjutkan, jika dulu musuh pemuda adalah
penjajah fisik, maka musuh pemuda saat ini adalah perpecahan, berita bohong
(hoaks), dan lunturnya rasa cinta tanah air akibat gempuran budaya asing
melalui teknologi.
“Saat ini, tonggak perubahan menuju masa depan
bangsa ada di tangan kalian, tantangan yang tidak mudah ada di depan mata,
bagaimana kemajuan dan kecanggihan teknologi yang dimilki negara kita lain
adalah salah satu tantangan kalian” ,ujar Sodiati.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.15 WIB ini
berjalan lancar di bawah komando petugas upacara yang merupakan siswa-siswi
pilihan di kelas 6. Prosesi inti, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih,
pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara, hingga pembacaan naskah Sumpah
Pemuda, berlangsung tanpa hambatan.
Seluruh peserta upacara tampak menyimak dengan
saksama amanat yang disampaikan. Penunjukan guru sebagai pembina upacara dalam
peringatan hari besar nasional ini dinilai efektif untuk mendekatkan
pesan-pesan kebangsaan dengan realitas siswa. Para siswa terlihat lebih fokus
mendengarkan nasihat dari sosok guru yang setiap hari mereka temui di ruang
kelas.
kedekatan ini diharapkan membuat nilai-nilai
Sumpah Pemuda tidak hanya dihafal secara seremonial, tetapi juga lebih mudah
dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di lingkungan
madrasah.
Kegiatan upacara berlangsung selama kurang lebih 45 menit dan ditutup dengan pembacaan doa. Setelah rangkaian upacara selesai, para siswa dibubarkan secara tertib untuk kembali ke ruang kelas masing-masing dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, dengan membawa semangat persatuan yang baru.(nm)
Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Ha...
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan sukses menyelenggarakan Tes Kemampuan Akdemik (TKA) tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangs...
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....