Loading...

  • Sabtu, 16 Mei 2026

Menjadi Narasumber Moderasi Beragama Pada Matsama, Kakankemenag Asahan Sampaikan Prinsip Moderasi Beragama

foto

Kisaran (Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA. Menjadi Narasumber Moderasi Beragama Pada Matsama MAN Asahan, Senin (14/07/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh 307 peserta Matsama dilaksanakan di aula terbuka MAN Asahan didampingi Kasi Pendmad, Pengawas Madrasah dan Kepala MAN Asahan Kakankemenag Asahan memaparkan materi Moderasi Beragama.

Mengawali paparannya Kakankemenag Asahan mengatakan bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang sangat beraneka ragam hal ini dilihat dari 1.340 suku, 715 bahasa dan enam agama yang diakui oleh pemerintah serta tersebar di sekitar 17.508 pulau diseluruh Indonesia.

Karena itu diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama agar tetap terjaga persatuan dan kesatuan dalam hal ini diimplementasikan moderasi beragama di madrasah.

“olehkarena begitu banyak keberagaman diantara kita maka moderasi beragama harus diimplementasikan baik dalam lingkungan madrasah maupun dilingkungan masyarakat, bahwa kita harus bahagia dan bangga dengan agama yang kita peluk dan menghormati agama yang beda dengan kita”, jelas Abdul Manan.

Lebih lanjut Abdul Manan ada beberapa hal yang menjadi prinsip moderasi yang harus diimplementasikan di madrasah salah satunya adalah prinsip berkeadaban dimana prinsip ini memiliki karakter shaleh individual, shaleh sosial, santun, berbudi pekerti mulia.

Pada prinsip ini siswa dituntut untuk menunjukkan sikap sopan dan santun kepada siapapun, mendahulukan adab tata krama daripada ilmu, bertindak taat dan patuh kepada guru dan kedua orangtua, menghormati dan menghargai yang lebih tua serta menyayangi yang lebih muda.

Dan kedua adalah prinsip keteladanan dimana prinsip ini memiliki karakter integritas, disiplin dan percaya diri, seorang siswa madrasah dituntut untuk bisa menjadi dirinya sebagai contoh kebaikan, taat aturan yang berlaku di madrasah, mengambil inisiatif dalam kebaikan dan mengajak orang lain dalam berbuat kebaikan.

Kesemua ini tentu membutuhkan kerjasama dan bimbingan suri tauladan dari guru yang juga memiliki peran penting dalam penerapan atau implementasi dari moderasi beragama.

Abdul Manan berharap madrasah bisa menciptakan suasana belajar yang harmonis, menghargai perbedaan dan mencegah ekstrimisme serta intoleransi, dengan materi yang komprehensif dan penerapan yang terencana moderasi beragama di madrasah dapat membentuk generasi muda yang moderat, toleran dan cinta damai.(FR)   

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post