Semarak Hardiknas di MTsN 2 Asahan: Guru dan Siswa Tampil Memukau dengan Balutan Busana Adat Nusantara
Humas
Loading...
Kisaran (Humas)-Setiap hari, ketika adzan Dzuhur berkumandang
dari mushalla MTsN 2 Asahan, suasana madrasah seketika berubah menjadi hening
dan khusyuk. Aktivitas belajar berhenti, dan seluruh warga madrasah baik guru
maupun siswa bergegas menuju mushalla dengan tertib. Di tengah kesibukan itu,
tampak sosok pemimpin yang penuh wibawa namun bersahaja, Drs. Daman Huri Lubis,
M.Pd, Kepala Madrasah yang dikenal tidak hanya tegas dalam memimpin, tetapi
juga istiqamah dalam menegakkan nilai-nilai religius di lingkungan madrasah.
Yang istimewa, beliau bukan hanya memberi instruksi agar
shalat berjama’ah dilaksanakan, melainkan turun langsung menjadi imam shalat
Dzuhur berjama’ah hampir setiap hari saat berada di madrasah dan tidak ada
tugas luar. Kehadirannya di shaf paling depan menjadi pemandangan yang
menyejukkan hati dan menumbuhkan rasa hormat di kalangan siswa dan guru. Dengan
langkah tenang, beliau mengatur barisan, memastikan shaf lurus, lalu memulai
shalat dengan suara lembut dan penuh kekhusyukan.
Dalam setiap bacaan dan gerakan shalatnya, terpancar
ketenangan dan ketulusan hati. Suara beliau yang tenang ketika melantunkan
ayat-ayat Al-Qur’an seolah menjadi penyejuk bagi seluruh jama'ah. Para siswa
mengikuti dengan penuh khidmat, merasakan makna kebersamaan dalam ibadah yang
dipimpin langsung oleh sosok pemimpin yang mereka hormati.
Selesai shalat, beliau tidak langsung meninggalkan mushalla.
Dengan sabar, beliau menyampaikan taushiyah singkat yang berisi pesan-pesan
moral dan motivasi. Kadang beliau mengingatkan pentingnya menjaga shalat tepat
waktu, kadang berbicara tentang kejujuran, disiplin, atau adab terhadap guru
dan orang tua. Nasihatnya selalu disampaikan dengan bahasa yang lembut namun
menyentuh hati. Banyak siswa yang merasa tersentuh dan termotivasi untuk menjadi
pribadi yang lebih baik setelah mendengarkan pesan-pesan beliau.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi
juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan budaya religius di madrasah.
Melalui kehadiran aktif kepala madrasah dalam shalat berjama’ah, para guru dan
siswa belajar secara langsung bahwa kepemimpinan yang sejati bukan sekadar
memberi perintah, tetapi menjadi teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Di sela-sela kesibukan beliau mengurus berbagai kegiatan dan
administrasi madrasah, Drs. Daman Huri Lubis,M.Pd, tetap menyempatkan diri
untuk hadir di tengah jama'ah. Hal ini menunjukkan komitmen beliau bahwa
keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga
dari pembentukan akhlak dan kedekatan spiritual dengan Allah SWT.
Bagi para siswa, pengalaman dipimpin shalat oleh kepala
madrasah menjadi momen berharga yang menanamkan kesan mendalam. Mereka belajar
tentang ketulusan, kedisiplinan, dan kerendahan hati. Sementara bagi para guru,
hal ini menjadi dorongan untuk turut meneladani semangat religius dan kedekatan
beliau dengan para siswa.
Tradisi ini menjadikan mushalla MTsN 2 Asahan tidak hanya
sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan
keteladanan. Kehadiran kepala madrasah yang aktif menjadi imam shalat
berjama’ah menjadikan suasana madrasah semakin sejuk, harmonis, dan penuh
keberkahan.
Dari kisah ini kita belajar bahwa pemimpin sejati adalah
mereka yang mampu memimpin dengan hati, mengarahkan dengan amal, dan menuntun
dengan keteladanan. Dalam setiap rakaat yang beliau pimpin, tersimpan pesan
bahwa kekuatan sebuah madrasah bukan hanya terletak pada prestasi akademiknya,
tetapi pada kekuatan iman, akhlak, dan kebersamaan yang tumbuh di dalamnya.(MI)
Humas
Humas
Humas