Loading...

  • Minggu, 03 Mei 2026

Kisah Teladan: Kepala Madrasah yang Aktif Menjadi Imam Shalat Dzuhur Berjama’ah

Suasana saat Kamad Menjadi Imam Sholat Dzhuhur berjama'ah

Kisaran (Humas)-Setiap hari, ketika adzan Dzuhur berkumandang dari mushalla MTsN 2 Asahan, suasana madrasah seketika berubah menjadi hening dan khusyuk. Aktivitas belajar berhenti, dan seluruh warga madrasah baik guru maupun siswa bergegas menuju mushalla dengan tertib. Di tengah kesibukan itu, tampak sosok pemimpin yang penuh wibawa namun bersahaja, Drs. Daman Huri Lubis, M.Pd, Kepala Madrasah yang dikenal tidak hanya tegas dalam memimpin, tetapi juga istiqamah dalam menegakkan nilai-nilai religius di lingkungan madrasah.

Yang istimewa, beliau bukan hanya memberi instruksi agar shalat berjama’ah dilaksanakan, melainkan turun langsung menjadi imam shalat Dzuhur berjama’ah hampir setiap hari saat berada di madrasah dan tidak ada tugas luar. Kehadirannya di shaf paling depan menjadi pemandangan yang menyejukkan hati dan menumbuhkan rasa hormat di kalangan siswa dan guru. Dengan langkah tenang, beliau mengatur barisan, memastikan shaf lurus, lalu memulai shalat dengan suara lembut dan penuh kekhusyukan.

Dalam setiap bacaan dan gerakan shalatnya, terpancar ketenangan dan ketulusan hati. Suara beliau yang tenang ketika melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an seolah menjadi penyejuk bagi seluruh jama'ah. Para siswa mengikuti dengan penuh khidmat, merasakan makna kebersamaan dalam ibadah yang dipimpin langsung oleh sosok pemimpin yang mereka hormati.

Selesai shalat, beliau tidak langsung meninggalkan mushalla. Dengan sabar, beliau menyampaikan taushiyah singkat yang berisi pesan-pesan moral dan motivasi. Kadang beliau mengingatkan pentingnya menjaga shalat tepat waktu, kadang berbicara tentang kejujuran, disiplin, atau adab terhadap guru dan orang tua. Nasihatnya selalu disampaikan dengan bahasa yang lembut namun menyentuh hati. Banyak siswa yang merasa tersentuh dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah mendengarkan pesan-pesan beliau.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan budaya religius di madrasah. Melalui kehadiran aktif kepala madrasah dalam shalat berjama’ah, para guru dan siswa belajar secara langsung bahwa kepemimpinan yang sejati bukan sekadar memberi perintah, tetapi menjadi teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di sela-sela kesibukan beliau mengurus berbagai kegiatan dan administrasi madrasah, Drs. Daman Huri Lubis,M.Pd, tetap menyempatkan diri untuk hadir di tengah jama'ah. Hal ini menunjukkan komitmen beliau bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan akhlak dan kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Bagi para siswa, pengalaman dipimpin shalat oleh kepala madrasah menjadi momen berharga yang menanamkan kesan mendalam. Mereka belajar tentang ketulusan, kedisiplinan, dan kerendahan hati. Sementara bagi para guru, hal ini menjadi dorongan untuk turut meneladani semangat religius dan kedekatan beliau dengan para siswa.

Tradisi ini menjadikan mushalla MTsN 2 Asahan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan keteladanan. Kehadiran kepala madrasah yang aktif menjadi imam shalat berjama’ah menjadikan suasana madrasah semakin sejuk, harmonis, dan penuh keberkahan.

Dari kisah ini kita belajar bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memimpin dengan hati, mengarahkan dengan amal, dan menuntun dengan keteladanan. Dalam setiap rakaat yang beliau pimpin, tersimpan pesan bahwa kekuatan sebuah madrasah bukan hanya terletak pada prestasi akademiknya, tetapi pada kekuatan iman, akhlak, dan kebersamaan yang tumbuh di dalamnya.(MI)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post