Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Kakankemenag Asahan Hadiri Khitanan Massal 50 Anak dan Santunan Yatim di Aula Polres
khitan massal
Loading...
Kisaran
(Humas). Kakankemenag (Kepala Kant or Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H.
Abdul Manan, MA. Buka Secara Resmi Monev BOP dan BOS Periode Januari- Juni
Tahun 2025, Jum’at (19/09/2025).
Monitoring
dan Evaluasi (Monev) penggunaan dana BOP (Bantuan Operasional Pendidikan)
Raudhatul Atfhal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah merupakan
kegiatan rutin untuk memastikan penggunaannya sesuai regulasi, efektif dan
efisien serta untuk mengumpulkan informasi sebagai masukan perbaikan kebijakan
pada masa yang akan datang.
Hal
ini senada dengan apa yang disampaikan Kakankemenag Asahan dalam bimbingan dan
arahannya yang didampingi Kasi Pendmad Dr.Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., mengatakan
ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan dana BOP dan BOS yakni
Fleksibilitas, Transparansi dan Efisien.
“dalam
pengelolaan dana BOS maupun BOP harus dipastikan pengelolaannya ada unsur tiga
hal yang pertama fleksibilitas, dalam penggunaan dana diatur sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi madrasah yang didasari pada hasil Evaluasi Diri Madrasah
yang kemudian dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM)”,
jelas Abdul Manan.
Kedua
transparansi, bahwa penggunaan dana tersebut harus jelas, terbuka dan dapat
diakses oleh masyarakat untuk mencegah penyelewengan dan meningkatkan
akuntabilitas pendidikan. Hal ini bisa dilihat melalui ketersediaan informasi
mengenai alokasi penggunaan dana harus mudah diakses oleh publik, dan bersifat
terbuka serta penggunaan dana harus bisa dipertanggungjawabkan dan dijelaskan
secara rinci.
Ketiga
Efisien yang berarti menggunakan dana bantuan tersebut secara efektif untuk
mencapai tujuan pendidikan seperti peningkatan mutu pembelajaran, fasilitas
madrsah dan kesejahteraan peserta didik. Hal ini perlu perencanaan yang matang,
evaluasi kinerja, pengawasan, penggunaan teknologi dan sosialisasi kebijakan
kepada pihak terkait.
Terakhir
Abdul Manan berharap dengan monev ini bisa memastikan kesesuaian program dengan
rencana dan anggaran serta mengidentifikasi masalah pada madrasah agar dapat diatasi
serta mampu mengembangkan madrasah pada kemajuan.
Selain
itu Abdul Manan juga menekankan bahwa madrasah harus menjadi jawaban kebutuhan
orang tua terhadap anaknya tentang memiliki ilmu keagamaan lebih dari yang
didapatkan dari sekolah biasa.
Kegiatan
ini dilaksanakan di aula MTs AW Meranti dan dihadiri oleh 17 madrasah yang
terdiri dari RA dan MTs pada zona tiga.(FR)
khitan massal
audiensi
Audiensi