Loading...

  • Jumat, 15 Mei 2026

Kakankemenag Asahan Sampaikan Tiga Hal Penting Dalam Pengelolaan BOP dan BOS

foto

Kisaran (Humas). Kakankemenag (Kepala Kant or Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA. Buka Secara Resmi Monev BOP dan BOS Periode Januari- Juni Tahun 2025, Jum’at (19/09/2025).

Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan dana BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) Raudhatul Atfhal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah merupakan kegiatan rutin untuk memastikan penggunaannya sesuai regulasi, efektif dan efisien serta untuk mengumpulkan informasi sebagai masukan perbaikan kebijakan pada masa yang akan datang.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Kakankemenag Asahan dalam bimbingan dan arahannya yang didampingi Kasi Pendmad Dr.Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., mengatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan dana BOP dan BOS yakni Fleksibilitas, Transparansi dan Efisien.

“dalam pengelolaan dana BOS maupun BOP harus dipastikan pengelolaannya ada unsur tiga hal yang pertama fleksibilitas, dalam penggunaan dana diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi madrasah yang didasari pada hasil Evaluasi Diri Madrasah yang kemudian dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM)”, jelas Abdul Manan.

Kedua transparansi, bahwa penggunaan dana tersebut harus jelas, terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat untuk mencegah penyelewengan dan meningkatkan akuntabilitas pendidikan. Hal ini bisa dilihat melalui ketersediaan informasi mengenai alokasi penggunaan dana harus mudah diakses oleh publik, dan bersifat terbuka serta penggunaan dana harus bisa dipertanggungjawabkan dan dijelaskan secara rinci.

Ketiga Efisien yang berarti menggunakan dana bantuan tersebut secara efektif untuk mencapai tujuan pendidikan seperti peningkatan mutu pembelajaran, fasilitas madrsah dan kesejahteraan peserta didik. Hal ini perlu perencanaan yang matang, evaluasi kinerja, pengawasan, penggunaan teknologi dan sosialisasi kebijakan kepada pihak terkait.

Terakhir Abdul Manan berharap dengan monev ini bisa memastikan kesesuaian program dengan rencana dan anggaran serta mengidentifikasi masalah pada madrasah agar dapat diatasi serta mampu mengembangkan madrasah pada kemajuan.

Selain itu Abdul Manan juga menekankan bahwa madrasah harus menjadi jawaban kebutuhan orang tua terhadap anaknya tentang memiliki ilmu keagamaan lebih dari yang didapatkan dari sekolah biasa.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula MTs AW Meranti dan dihadiri oleh 17 madrasah yang terdiri dari RA dan MTs pada zona tiga.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post