Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Kakan Kemenag Asahan Hadiri Carmel Cup XVI Gereja Katolik Sakramen Mahakudus

foto bersama

Kisaran (Humas). Ka. Kankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan Dr. H. Saripuddin Daulay. M.Pd. menghadiri Hadiri Carmel Cup XVI  Gereja Katolik Sakramen Mahakudus (17/06/2024).

Kakan Kemenag Asahan yang didampingi Penyelenggara Bimas Katolik Lusi Saragih, S.Ag.,Ka. KUA Kisaran Timur dan Kisaran Barat memberikan sambutannya pada kegiatan tersebut yang dihadiri perwakilan Bupati Asahan, Polres Asahan, Komisaris Ordo Carmel Komisariat Sumatera, Pastor Paroki Gereja Katolik Sakramen Mahakudus Kisaran, Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Sakramen Mahakudus Kisaran dan seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah.

“saya hadir di sini ingin menegaskan bahwa Kementerian Agama merupakan kemeterian untuk semua agama bukan cuma satu agama. Ketika mendapat undangan, saya sangat senang karena boleh hadir di kegiatan yang bernuansa keagamaan. Kami sebagai instansi yang menyelenggarakan pemerintahan dalam bidang agama sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang bernuansa agama karena di dunia yang modern ini orang banyak yang tidak tertarik lagi dengan berbagai kegiatan yang bernafaskan agama”, kata Saripuddin dalam sambutannya.

Kegiatan yang mengangkat tema Orang muda Katolik berpartisipasi dalam Gereja dan Peduli terhadap panggilan religius, mendapat tanggapan positif dari Kakan Kemenag Asahan.

Menurutnya bahwa orang muda merupakan generasi emas bukan hanya untuk Gereja tetapi juga bangsa ini, orang muda sebagai generasi emas tentu harus dipersiapkan dengan matang dan baik supaya mampu menjalani peluang dan menghadapi tantangan di masa depan. Peluang dan tantangan dimasa depan bentuknya masih abu-abu sehingga persiapan-persiapan untuk itu harus dibuat.

Lebih lanjut Saripuddin mengatakan Carmel Cup XVI merupakan bentuk nyata kehadiran agama mempersiapkan orang muda Katolik untuk masa depan. Carmel Cup XVI mengajak orang muda Katolik untuk mengambil peran dalam kemajuan bangsa dengan segala bakat atau kemampuan yang dimiliki. Orang muda Katolik hendaknya turut terlibat aktif di dunia dengan mengambil peran sesuai dengan yang kalian miliki di tengah Masyarakat. Dengan kata lain, orang muda Katolik hendaknya bersikap inklusif dan terbuka pada yang lain dan yang berbeda. Apalagi, akhir-akhir ini ada beberapa kejadian yang isunya sentimen agama.

Melalui Carmel Cup XVI Saripuddin berharap orang muda Katolik untuk sungguh terlibat dalam segala macam kegiatan terutama kegiatan agama. Bentuk partisipasi tersebut ada berbagai macam hal yang anak muda bisa lakukan sesuai dengan kreatifitasnya. Carmel Cup XVI menjadi wadah atau boleh disebut sebagai tempat penyemaian awal orang muda Katolik untuk dapat berpartisipasi dalam segala aspek kehidupan terutama keidupan agama. Dengan Carmel Cup XVI, orang muda Katolik tidak lagi sibuk dengan dunianya sendiri, dengan gawainya sehingga tidak peduli dengan sekitarnya tetapi mengambil peran di tengah dunia terutama dalam kehidupan agama.

Saripuddin sangat apresiasi Carmel Cup XVI ini dan berpesan kepada orang muda Katolik semuanya yang datang dari berbagai daerah: dari Pakpak Bharat, Sidikalang, Tigalingga, Sumbul, Perdagangan, Cinta Damai (Batubara), Medan, bahkan Pinagsori-Tapanuli Tengah dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah disusun dengan baik serta datang bukan saja untuk bertanding tetapi semakin mengenal satu dengan yang lain bahkan supaya iman kekatolikannya semakin tangguh dan mantap.

“mengutip kata-kata yang selalu menarik hati saya dari Uskup Albertus Soegijapranata (Sugiyopranoto), menjadi 100% Katolik, 100 Indonesia. Semoga orang muda Katolik sungguh menjadi Katolik 100% dan juga 100% Indonesia”, tutup Saripuddin.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post