Apresiasi Kinerja APBN, Kakankemenag Asahan Serahkan Penghargaan Peringkat Satu kepada Satker Katolik
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., secara resmi menyerahkan piagam penghargaan bergengsi...
Loading...
Kisaran
(Humas). Mengisi momentum bulan suci Ramadhan dengan penguatan spiritual,
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan tausiyah
rutin, Senin (09/03/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas ini
dilangsungkan tepat setelah pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah, menjadi agenda
penting untuk mempertebal keimanan para pegawai di sela-sela rutinitas kerja.
Kegiatan
rutin ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Asahan H. Abdul Manan,
MA., beserta jajaran pejabat struktural dan seluruh staf di lingkungan kantor.
Kehadiran pimpinan di tengah-tengah jamaah memberikan nuansa kekeluargaan yang
kental, sembari bersama-sama menyimak siraman rohani yang bertujuan untuk
menyegarkan batin di tengah ibadah puasa.
Tausiyah
kali ini menghadirkan narasumber seorang Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan
Air Joman, Ustadz Samsir Damanik. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan
materi yang sangat mendalam dengan tema Filosofi Lapar dalam Beribadah. Tema
ini diangkat untuk memberikan perspektif baru bagi para jamaah bahwa rasa lapar
bukan sekadar ujian fisik, melainkan instrumen penting dalam pembersihan jiwa.
Dalam
paparannya, dijelaskan bahwa rasa lapar yang dialami saat berpuasa memiliki
filosofi sebagai pengingat akan kelemahan manusia di hadapan Sang Pencipta.
Dengan merasakan lapar, ego dan kesombongan manusia perlahan luruh, sehingga
memunculkan rasa rendah hati (tawadhu). Hal inilah yang menurut narasumber
menjadi pintu masuk utama bagi kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah SWT.
"Lapar
bukan hanya tentang menahan makan dan minum, tapi tentang bagaimana kita
mengosongkan diri dari syahwat duniawi agar hati bisa terisi dengan cahaya
ilahi. Ketika perut terasa lapar, biasanya indra lainnya menjadi lebih peka
terhadap penderitaan sesama, dan di situlah empati serta rasa syukur kita
diasah hingga ke titik tertinggi," ujar sang Ustadz di hadapan para
jamaah.
Lebih
lanjut, narasumber menambahkan bahwa para ulama terdahulu sering menjadikan
kondisi lapar sebagai sarana untuk mempertajam pikiran dan memperlembut hati.
Dalam konteks bekerja di instansi pemerintah, filosofi lapar ini diharapkan
dapat diimplementasikan dalam bentuk integritas dan kesabaran saat memberikan
pelayanan kepada masyarakat, meskipun dalam kondisi fisik yang sedang diuji
oleh puasa.
Kegiatan
yang berlangsung khidmat selama kurang lebih tiga puluh menit tersebut diakhiri
dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh narasumber. Suasana hangat dan
penuh kebersamaan sangat terasa saat para pegawai saling bersalaman sebelum
kembali melanjutkan tugas rutin di ruang kerja masing-masing. Melalui kegiatan
ini, Kemenag Asahan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara
produktivitas kerja dan penguatan nilai-nilai religius bagi seluruh pegawainya.(FR)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., secara resmi menyerahkan piagam penghargaan bergengsi...
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan menggelar rapat koordinasi finalisasi persiapan pelaksanaan ibadah qurban menyambut Hari Raya Idul...
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., secara resmi menerima kunjungan audiensi dari jajaran p...