Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Filosofi Lapar dalam Beribadah Jadi Topik Utama Tausiyah Ramadhan di Musholla Al-Ikhlas Kemenag Asahan

fgby:humaskemenagasahan

Kisaran (Humas). Mengisi momentum bulan suci Ramadhan dengan penguatan spiritual, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan tausiyah rutin, Senin (09/03/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas ini dilangsungkan tepat setelah pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah, menjadi agenda penting untuk mempertebal keimanan para pegawai di sela-sela rutinitas kerja.

Kegiatan rutin ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Asahan H. Abdul Manan, MA., beserta jajaran pejabat struktural dan seluruh staf di lingkungan kantor. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah jamaah memberikan nuansa kekeluargaan yang kental, sembari bersama-sama menyimak siraman rohani yang bertujuan untuk menyegarkan batin di tengah ibadah puasa.

Tausiyah kali ini menghadirkan narasumber seorang Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Air Joman, Ustadz Samsir Damanik. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan materi yang sangat mendalam dengan tema Filosofi Lapar dalam Beribadah. Tema ini diangkat untuk memberikan perspektif baru bagi para jamaah bahwa rasa lapar bukan sekadar ujian fisik, melainkan instrumen penting dalam pembersihan jiwa.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa rasa lapar yang dialami saat berpuasa memiliki filosofi sebagai pengingat akan kelemahan manusia di hadapan Sang Pencipta. Dengan merasakan lapar, ego dan kesombongan manusia perlahan luruh, sehingga memunculkan rasa rendah hati (tawadhu). Hal inilah yang menurut narasumber menjadi pintu masuk utama bagi kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah SWT.

"Lapar bukan hanya tentang menahan makan dan minum, tapi tentang bagaimana kita mengosongkan diri dari syahwat duniawi agar hati bisa terisi dengan cahaya ilahi. Ketika perut terasa lapar, biasanya indra lainnya menjadi lebih peka terhadap penderitaan sesama, dan di situlah empati serta rasa syukur kita diasah hingga ke titik tertinggi," ujar sang Ustadz di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, narasumber menambahkan bahwa para ulama terdahulu sering menjadikan kondisi lapar sebagai sarana untuk mempertajam pikiran dan memperlembut hati. Dalam konteks bekerja di instansi pemerintah, filosofi lapar ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk integritas dan kesabaran saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, meskipun dalam kondisi fisik yang sedang diuji oleh puasa.

Kegiatan yang berlangsung khidmat selama kurang lebih tiga puluh menit tersebut diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh narasumber. Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa saat para pegawai saling bersalaman sebelum kembali melanjutkan tugas rutin di ruang kerja masing-masing. Melalui kegiatan ini, Kemenag Asahan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan penguatan nilai-nilai religius bagi seluruh pegawainya.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post