MIN 10 Asahan Gelar Apel Pagi Sambut Hari Pertama Asesmen Madrasah Tahun 2026
kisaran (Humas) Dalam rangka menyambut pelaksanaan Asesmen Madrasah Tahun 2026, MIN 10 Asahan menggelar apel pagi yang berlangsung dengan kh...
Loading...
Dalam kegiatan belajar mengajar tersebut, metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, serta praktik atau unjuk kerja secara langsung. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan tata cara tayamum dengan benar sesuai syariat Islam.
Pada awal pembelajaran, Ibu Alia Cantika Nasution, S.Pd menjelaskan pengertian tayamum, syarat diperbolehkannya tayamum, alat yang digunakan, hingga rukun dan tata cara pelaksanaannya. Penjelasan disampaikan secara runtut dan mudah dipahami sehingga siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.
“Pembelajaran tayamum ini sangat penting agar siswa memahami cara bersuci ketika tidak menemukan air atau dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan menggunakan air,” ujar beliau saat menyampaikan materi di depan kelas.
Setelah penyampaian materi melalui metode ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi tata cara tayamum yang benar. Guru memperagakan langkah demi langkah mulai dari membaca niat, menepukkan tangan ke debu yang suci, mengusap wajah, hingga mengusap kedua tangan sesuai tuntunan agama. Para siswa memperhatikan dengan saksama setiap gerakan yang dicontohkan.
Tidak hanya melihat demonstrasi, siswa juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung tata cara tayamum di depan kelas. Kegiatan praktik ini bertujuan agar siswa lebih percaya diri dan mampu memahami materi secara nyata. Guru memberikan arahan dan koreksi secara langsung apabila masih terdapat gerakan atau bacaan yang kurang tepat.
Kepala madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., memberikan apresiasi terhadap proses pembelajaran yang berlangsung aktif dan edukatif tersebut. Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran praktik seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, khususnya dalam materi ibadah.
“Dengan adanya pembelajaran langsung seperti ini, siswa lebih mudah memahami dan mengingat tata cara tayamum. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap beliau.
Para siswa pun mengaku senang mengikuti pembelajaran tersebut karena lebih menarik dan mudah dipahami. Mereka merasa lebih mengerti langkah-langkah tayamum setelah melakukan praktik secara langsung bersama guru.
Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh interaksi positif antara guru dan siswa. Melalui model Direct Instruction yang dipadukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik, diharapkan siswa mampu memahami materi tayamum secara baik serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pembelajaran ibadah dalam agama Islam.(na)
kisaran (Humas) Dalam rangka menyambut pelaksanaan Asesmen Madrasah Tahun 2026, MIN 10 Asahan menggelar apel pagi yang berlangsung dengan kh...
Kisaran (Humas) Kegiatan pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas 2 MIN 10 Asahan berlangsung aktif dan penuh semangat. Pembelaj...
Kisaran (Humas). Suasana belajar yang penuh semangat tampak di ruang kelas saat guru bidang studi Pendidikan Agama Islam, Alia Cantika Nasut...