Loading...

  • Jumat, 15 Mei 2026

Cegah IRET, Kemenag Asahan Berkolaborasi dengan Densus 88 Wilayah Sumatera Utara

foto

Kisaran (Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA. Buka Secara Resmi Sosialisasi Pencegahan Radikalisme oleh Densus 88, Jum’at (17/10/2025).

Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) wilayah Sumatera Utara dengan Katim Cegah Satgas Wilayah Sumut Ipda. Kunto Adi Wibowo memperkuat sinergi dengan Kemenag Asahan untuk menangkal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme (IRET) di Kabupaten Asahan.

Kakankemenag Asahan dalam bimbingan dan arahannya didampingi Kasi Bimas Islam Dr. H. Faisal Sadat, M.Hum., mengatakan bahwa Kemenag Asahan selalu berupaya melakukan pencegahan dari pemahaman yang menyimpang salah satunya dengan melakukan uji moderasi beragama.

“Kemenag Asahan sejauh ini selalu berupaya mencegah radikalisme melalui beberapa cara seperti menanamkan pemahaman agama yang moderat, memberdayakan penyuluh agama, tokoh agama dan lembaga pendidikan serta melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk memperkuat kerukunan”, jelas Abdul Manan.

Lebih lanjut Abdul Manan mengatakan bahwa Kemenag Asahan berupaya menyebarkan narasi moderasi beragama dan mengintegrasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan ke dalam aktivitas sehari-hari untuk menangkal paham intoleran dengan memberdayakan penyuluh agama sebagai garda terdepan untuk menyampaikan pemahaman keagamaan yang tepat kepada masyarakat.

Menurutnya dengan menggalakkan moderasi beragama yang menekankan toleransi, keseimbangan dan penghormatan terhadap keyakinan lain mampu menjadi upaya pencegahan akan radikalisme.

Selain pada kegiatan penyuluhan, Kemenag Asahan juga mengoptimalkan narasi moderasi beragama lengkap dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada setiap madrasah baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Asahan.

Sementara itu Katim Cegah Satgas mengatakan ini merupakan langkah preventif agar masyarakat semakin tangguh terhadap pengaruh ideologi yang memecah belah bangsa, serta menegaskan pendekatan edukatif, kolaboratif dan humanis sebagai benteng ideologis dalam melindungi masyarakat dari pengaruh radikalisme dan intoleransi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, Kakua, Ka Madrasah (MTsN dan MIN), Pengawas serta penyuluh agama di aula Kemenag Asahan. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post