Loading...

  • Rabu, 02 September 2026

Buka Pelatihan Bilal Mayyit di Air Joman, Kakankemenag Asahan Apresiasi Para Pejuang Masyarakat

Fg

Asahan (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan melalui KUA Air Joman menggelar pelatihan bilal mayyit bagi masyarakat di Kecamatan Air Joman, Rabu (02/09/26). Acara ini dipusatkan di Masjid Besar Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, dan dihadiri oleh jajaran pegawai Kemenag, tokoh agama, serta para peserta pelatihan. Pelatihan ini digagas untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan tata cara pengurusan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan tersebut secara resmi. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang sangat penting ini. Beliau menekankan bahwa peran bilal mayyit di tengah masyarakat sangat vital dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran para praktisi pengurus jenazah di tingkat desa menjadi benteng utama dalam menjaga nilai-nilai keislaman di lingkungan sekitar.

Kakankemenag menegaskan bahwa bilal mayyit memiliki peran yang luar biasa untuk menjadikan masyarakat Air Joman menjadi masyarakat yang religius. Tugas fardhu kifayah ini dinilai mampu mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial di antara sesama warga. Melalui pengabdian para bilal mayyit, suasana keagamaan di tiap desa diharapkan dapat terus terjaga dengan baik. Oleh karena itu, dukungan penuh akan selalu diberikan terhadap program pelatihan semacam ini.

Abdul Manan juga memberikan ucapan selamat secara khusus kepada seluruh peserta yang hadir dalam kesempatan tersebut. "Selamat buat bapak-bapak dan ibu-ibuku yang telah menjadi pejuang masyarakat di desa masing-masing sebagai bilal jenazah," tutur beliau di hadapan para peserta. Beliau menyapa para peserta dengan hangat sebagai bentuk penghormatan atas kerelaan mereka mengabdi bagi kepentingan umat. Kehadiran mereka di desa masing-masing dinilai sebagai bentuk perjuangan nyata dalam membantu sesama saat berduka.

Lebih lanjut, Abdul Manan berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kapasitas para peserta. Dengan pelatihan yang dilakukan ini, harapannya bisa menambah ilmu pengetahuan serta khazanah bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian sebagai bilal mayyit. Beliau mengingatkan agar seluruh materi, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah, diserap dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan yang komprehensif sangat diperlukan agar proses pengurusan jenazah di lapangan berjalan sesuai kaidah syar'i.

Kegiatan pelatihan bilal mayyit ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Air Joman. Seluruh peserta terlihat sangat antusias menyimak setiap tahapan materi dan praktik yang diberikan oleh para instruktur. Pihak penyelenggara membatasi jumlah peserta agar proses pendampingan dan simulasi dapat berjalan lebih efektif serta mendalam. Diharapkan setelah pelatihan selesai, para peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat di lingkungan desa masing-masing.

Suasana pembukaan acara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh warga Air Joman. Pengurus Masjid Besar Binjai Serbangan turut menyampaikan rasa terima kasih atas dipercayanya masjid mereka sebagai lokasi penyelenggaraan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala di kecamatan lain di Kabupaten Asahan. Melalui program ini, Kemenag Asahan berkomitmen untuk terus melahirkan generasi pejuang keagamaan yang kompeten di tingkat tapak. Tampak hadir Kasi Bimas Islam, Penyelenggara Zawa dan Kakua Air joman.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post