Kasi Penmad Resmi Buka Kegiatan KKRA Asahan, Usung Perspektif Kurikulum Berbasis Cinta dalam Asesmen RA
Kkra
Loading...
Asahan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan dan pembinaan bilal mayit di aula Kantor Desa Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Rabu (30/09/26). Acara yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Bandar Pulau ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai desa di wilayah tersebut. Dalam sambutannya, Kakankemenag Asahan didampingi Peny. Zawa Dr. Suwastati Sagala, M. Si., memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang sangat penting ini. Ia berharap pembinaan ini dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan para bilal dalam menjalankan tugas mulianya di masyarakat.
Dalam poin pertamanya, Kakankemenag menegaskan bahwa keberadaan para bilal mayit di tengah masyarakat lahir murni dari rasa kesadaran dan kepedulian sosial yang tinggi. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan ini dijalani tanpa adanya unsur paksaan maupun tuntutan Surat Keputusan (SK) dari instansi mana pun. Kesadaran nurani masyarakat inilah yang menjadikan profesi bilal mayit begitu istimewa dan bernilai tinggi. Keterpanggilan jiwa tersebut merupakan bukti nyata masih kuatnya rasa gotong royong dan kepedulian antar sesama umat.
Lebih lanjut, Abdul Manan menilai bahwa pelayanan bilal jenazah merupakan salah satu tugas yang paling mulia di muka bumi. Bilal mayit hadir sebagai penolong utama di saat keluarga dan masyarakat sekitar mengalami kebingungan serta ketidakmampuan dalam mengurus jenazah. Selain mengurus proses pemulasaraan, bilal juga bertindak sebagai pembimbing yang menuntun tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam. Kehadiran mereka menjadi penenang dan pilar penting dalam menjaga kedamaian mental keluarga yang sedang berduka.
Tidak hanya menguasai tata cara fardu kifayah, seorang bilal jenazah juga dituntut menjadi sosok yang sangat amanah. Kakankemenag menekankan pentingnya kemampuan bilal dalam menjaga serta menyimpan rapat-rapat segala rahasia atau aib yang ada pada diri jenazah. Kejujuran dan integritas moril ini menjadi syarat mutlak agar kehormatan almarhum atau almarhumah tetap terjaga dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat menaruh rasa hormat dan kepercayaan yang sangat besar kepada para petugas bilal.
Sifat ketulusan dan keikhlasan menjadi fondasi utama yang mendasari setiap jengkal langkah pengabdian seorang bilal mayit. Pekerjaan ini umumnya dilakukan tanpa mengharapkan imbalan materi atau pujian dari sesama manusia. Keikhlasan yang terpancar dari para bilal menjadi teladan nyata tentang arti pengabdian yang sesungguhnya di tengah kehidupan modern. Tanpa didasari niat yang tulus karena Allah SWT, tugas yang penuh tantangan ini tentu akan sangat sulit untuk dijalankan.
Menutup arahannya, Abdul Manan mengingatkan seluruh hadirin bahwa manusia tidak pernah tahu amal mana yang kelak akan menjadi penolong di akhirat. Beliau mengutip pesan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Pengabdian sebagai bilal mayit merupakan bentuk nyata dari pelayanan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Amal bakti yang sunyi ini diharapkan bisa menjadi pemberat timbangan kebaikan bagi para pelaku bilal kelak.
Acara pembukaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi teknis dan praktik pemulasaraan jenazah oleh tim fasilitator KUA Bandar Pulau. Para peserta tampak sangat antusias dan khidmat dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan yang diberikan. Pihak KUA berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi penerus bilal mayit yang makin kompeten dan berintegritas di Kecamatan Bandar Pulau. Suasana keakraban dan kekeluargaan pun menutup seluruh rangkaian kegiatan pembukaan pada hari itu. Tampak hadir Kakua Bandar Pulau, Kepala Desa Padang Pulau, Kakua Aek Songsongan dan beberapa tokoh agama lainnya.(FR)
Kkra
Hari Kesaktian Pancasila
Pelatihan Bilal mayit