Kemenag Asahan Serahkan SK PNS Formasi 2024, Perwakilan Kanwil Sumut Tekankan Integritas ASN
penyerahan sk pns
Loading...
Kisaran
(Humas). Komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup yang berbasis pada
nilai-nilai keagamaan atau ekoteologi terus digaungkan oleh Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Asahan. Langkah nyata ini dibuktikan langsung oleh Kepala
Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA,
yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi penanaman pohon mangrove
di kawasan pesisir Dusun XI, Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten
Asahan, Senin (25/05/2026).
Aksi
peduli lingkungan yang berlangsung di tengah terik matahari pesisir ini
diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan
Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan yang diketuai oleh
H. Raja Dedi Hermansyah, MA.. Kehadiran Kakankemenag Asahan bersama Penyelenggara
Zawa, Penyelenggara Katolik, Kakua dan para penyuluh agama menjadi simbol
sinergi yang kuat antara kepedulian lingkungan, penguatan peran penyuluh, dan
implementasi nyata dari program strategis pelayanan keagamaan di Kabupaten
Asahan.
Sebelumnya
kegiatan diawali dengan apel pelepasan peserta yang berlangsung di halaman
Kantor Kemenag Asahan. Apel tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Asahan,
AKP Mujiono, S.Pd., yang hadir mewakili Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurveleni,
S.H., S.I.K., M.H.
Di
sela-sela kegiatan penanaman, Kakankemenag Asahan, H. Abdul Manan, MA,
menegaskan bahwa gerakan menanam mangrove ini bukan sekadar rutinitas
seremonial demi memperingati hari jadi sebuah organisasi. Lebih dari itu, aksi
ini merupakan pengejawantahan dari konsep Ekoteologi yang termaktub dalam
kerangka program kerja Asta Protas Kemenag. Menurutnya, menjaga kelestarian
alam adalah bagian mutlak dari doktrin dan tanggung jawab keimanan setiap umat
beragama.
"Ekoteologi
mengajarkan kita bahwa merawat bumi dan ekosistem di dalamnya adalah bentuk
ibadah dan manifestasi rasa syukur kita kepada Sang Pencipta. Melalui Asta
Protas Kemenag Asahan, kita ingin memastikan bahwa kehadiran Kementerian Agama
tidak hanya membawa kedamaian dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga membawa
kemaslahatan dan keseimbangan bagi alam semesta," ujar Abdul Manan dengan
penuh semangat saat menancapkan bibit mangrove ke tanah berlumpur.
Pemilihan
Desa Silo Baru di Kecamatan Silau Laut sebagai lokasi penanaman dinilai sangat
strategis dan tepat sasaran. Hutan mangrove yang lestari nantinya diharapkan mampu
menjadi benteng alami, menjaga ekosistem biota laut, sekaligus menjadi sumber
penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan setempat.
Aksi
ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Camat Silau Laut yang diwakili oleh
Sekretaris Camat Pani Nasution. Kehadiran para penyuluh agama yang tidak hanya sebatas
memberikan siraman rohani, tetapi juga aktif memotori gerakan pelestarian
lingkungan, dinilai mampu memberikan contoh teladan (uswah hasanah) bagi
masyarakat luas. Penyuluh agama kini memiliki peran ganda yang strategis, yakni
sebagai pembimbing spiritual sekaligus penggerak kesadaran ekologis di tengah
komunitasnya.
Tidak
hanya itu kegiatan ini juga dirangkai dengan kegiatan sosial dengan membagikan sembako kepada yang
membutuhkan di aula Kantor Camat Silau Laut,
masyarakat yang menerima mengucapkan terima kasih dan sangat terbantu dengan
bantuan yang diberikan dan mendoakan Kemenag Asahan terus memberikan dampak
kepada masyarakat.
Melalui
momentum Harlah ke-3 IPARI ini, Kemenag Asahan berharap semangat ekoteologi
Asta Protas dapat terus mengakar kuat dan diadopsi oleh seluruh lapisan
masyarakat di Kabupaten Asahan. Dengan terjaganya kelestarian mangrove di Silau
Laut, Kemenag Asahan tidak hanya berkontribusi pada keselamatan ekologis
daerah, melainkan juga sedang merajut masa depan bumi yang lebih hijau dan
harmonis demi keberlangsungan generasi yang akan datang.(FR)
penyerahan sk pns
Komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup