Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Transformasi Bisnis Menjadi Ibadah, Ketua BAZNAS Asahan Paparkan Konsep "Marketing Langit" dan Audit Spiritual

fgby:humaskemenagasahan

Kisaran (Humas). Dalam suasana penuh khidmat di tengah bulan suci, acara Talkshow Pekan Ramadan Mubarak Berdampak hari ketiga dengan mengusung tema inspiratif, "Strategi Berbisnis Bersama Allah SWT" Rabu, (04/03/2026). Kegiatan yang bertujuan memberikan perspektif baru bagi para pelaku usaha dan masyarakat umum ini menghadirkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Asahan, Ir. H. Ansa’ari Margolang, sebagai pemateri utama.

Mengawali paparannya, Ir. H. Ansa’ari Margolang menekankan pentingnya melakukan transformasi paradigma dalam setiap lini kehidupan, khususnya dalam perniagaan. Beliau menegaskan bahwa bisnis tidak boleh dipandang hanya sebagai aktivitas mencari keuntungan duniawi semata. Sebaliknya, bisnis harus diposisikan sebagai The Ultimate Worship atau bentuk ibadah tertinggi kepada Sang Pencipta.

Poin pertama yang ditekankan adalah mengenai Paradigma Dasar: Menggeser Pemilik. Menurut Ansa’ari, seorang pebisnis muslim harus sadar bahwa dirinya hanyalah pemegang amanah. Dengan menggeser status "pemilik" dari diri sendiri kepada Allah SWT, seorang pengusaha akan memiliki mentalitas yang lebih tenang, jujur, dan tidak mudah berputus asa saat menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif.

Selanjutnya, materi berlanjut pada pembahasan mengenai Strategi "Marketing Langit" dan Matematika Keberkahan. Dalam konsep ini, beliau menjelaskan bahwa rumus kesuksesan di hadapan Allah tidak selalu searah dengan logika matematika manusia. Melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah, harta yang dikeluarkan secara lahiriah berkurang, namun secara hakiki justru akan melipatgandakan keberkahan dan proteksi ilahi terhadap bisnis yang dijalankan.

Dari sisi operasional, Ketua BAZNAS Asahan ini menjabarkan pentingnya penerapan Empat Pilar Prophetic Leadership (Kepemimpinan Kenabian). Keempat pilar tersebut Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (komunikatif), dan Fathanah (cerdas) harus menjadi landasan utama dalam mengelola sumber daya manusia maupun dalam menjalin hubungan dengan mitra bisnis agar usaha tetap berada di jalur yang benar.

Tidak hanya bicara soal keuntungan dan ekspansi, aspek perlindungan usaha pun dibahas melalui Mitigasi Risiko: Audit Spiritual. Beliau menyarankan agar setiap pengusaha secara rutin melakukan evaluasi diri (muhasabah) atas sumber pendapatan dan pengeluaran mereka. Audit spiritual ini berfungsi untuk memastikan tidak ada unsur syubhat atau kezaliman yang dapat menghambat aliran keberkahan dalam usaha tersebut.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Asahan, jemaah majelis taklim, serta para guru dan siswa madrasah. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Asahan dalam memahami konsep ekonomi syariah yang aplikatif. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang memperdalam implementasi strategi "bersama Allah" dalam tantangan bisnis modern saat ini.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post