Perkuat Sinergi, Kasi Penmad Kemenag Asahan Hadiri Penguatan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom....
Loading...
Kisaran
(Humas). Dalam suasana penuh khidmat di tengah bulan suci, acara Talkshow Pekan
Ramadan Mubarak Berdampak hari ketiga dengan mengusung tema inspiratif,
"Strategi Berbisnis Bersama Allah SWT" Rabu, (04/03/2026). Kegiatan
yang bertujuan memberikan perspektif baru bagi para pelaku usaha dan masyarakat
umum ini menghadirkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten
Asahan, Ir. H. Ansa’ari Margolang, sebagai pemateri utama.
Mengawali
paparannya, Ir. H. Ansa’ari Margolang menekankan pentingnya melakukan
transformasi paradigma dalam setiap lini kehidupan, khususnya dalam perniagaan.
Beliau menegaskan bahwa bisnis tidak boleh dipandang hanya sebagai aktivitas
mencari keuntungan duniawi semata. Sebaliknya, bisnis harus diposisikan sebagai
The Ultimate Worship atau bentuk ibadah tertinggi kepada Sang Pencipta.
Poin
pertama yang ditekankan adalah mengenai Paradigma Dasar: Menggeser Pemilik.
Menurut Ansa’ari, seorang pebisnis muslim harus sadar bahwa dirinya hanyalah
pemegang amanah. Dengan menggeser status "pemilik" dari diri sendiri
kepada Allah SWT, seorang pengusaha akan memiliki mentalitas yang lebih tenang,
jujur, dan tidak mudah berputus asa saat menghadapi dinamika pasar yang
fluktuatif.
Selanjutnya,
materi berlanjut pada pembahasan mengenai Strategi "Marketing Langit"
dan Matematika Keberkahan. Dalam konsep ini, beliau menjelaskan bahwa rumus
kesuksesan di hadapan Allah tidak selalu searah dengan logika matematika
manusia. Melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah, harta yang dikeluarkan
secara lahiriah berkurang, namun secara hakiki justru akan melipatgandakan
keberkahan dan proteksi ilahi terhadap bisnis yang dijalankan.
Dari
sisi operasional, Ketua BAZNAS Asahan ini menjabarkan pentingnya penerapan
Empat Pilar Prophetic Leadership (Kepemimpinan Kenabian). Keempat pilar
tersebut Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (komunikatif), dan
Fathanah (cerdas) harus menjadi landasan utama dalam mengelola sumber daya
manusia maupun dalam menjalin hubungan dengan mitra bisnis agar usaha tetap
berada di jalur yang benar.
Tidak
hanya bicara soal keuntungan dan ekspansi, aspek perlindungan usaha pun dibahas
melalui Mitigasi Risiko: Audit Spiritual. Beliau menyarankan agar setiap
pengusaha secara rutin melakukan evaluasi diri (muhasabah) atas sumber
pendapatan dan pengeluaran mereka. Audit spiritual ini berfungsi untuk
memastikan tidak ada unsur syubhat atau kezaliman yang dapat menghambat aliran
keberkahan dalam usaha tersebut.
Kegiatan
yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari lingkungan
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Asahan, jemaah majelis taklim, serta para
guru dan siswa madrasah. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan besarnya
antusiasme masyarakat Asahan dalam memahami konsep ekonomi syariah yang
aplikatif. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang memperdalam implementasi
strategi "bersama Allah" dalam tantangan bisnis modern saat ini.(FR)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom....
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., secara resmi menyerahkan piagam penghargaan bergengsi...
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan menggelar rapat koordinasi finalisasi persiapan pelaksanaan ibadah qurban menyambut Hari Raya Idul...