Penuh Khidmat, Keluarga Besar MIN 5 Asahan Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Sekolah
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Loading...
Hessa
Perlompongan (Humas). Suasana
khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan
pada Senin (19/01/2026)pagi. Ratusan siswa bersama jajaran dewan guru berkumpul
untuk melaksanakan upacara bendera rutin. Namun, ada yang berbeda dalam
pelaksanaan kali ini ,fokus utama bukan sekadar pada baris-berbaris, melainkan
pada penguatan pondasi akhlak melalui salah satu kata ajaib dalam kehidupan
sehari-hari permisi.
Upacara
dimulai tepat pukul 07.15 WIB. Petugas upacara yang terdiri dari siswa kelas
atas menjalankan tugas mereka dengan sangat disiplin. Pengibaran bendera Merah
Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema di seluruh lingkungan
madrasah, menciptakan atmosfer nasionalisme yang kental di kalangan peserta
didik.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Hernita Susmiaty,S.Pd., salah satu guru senior di MIN 5 Asahan,
menyampaikan amanat yang menyentuh hati. Beliau tidak membahas hal-hal
administratif yang berat, melainkan mengajak siswa kembali ke dasar etika atau
adab.
Dalam
pidatonya, beliau menekankan bahwa kecerdasan tidak akan berarti tanpa
didampingi oleh adab yang baik. Salah satu pilar adab yang mulai luntur di era
digital ini adalah penggunaan kata Permisi.
"Anak-anakku, ada tiga kata ajaib yang bisa membuka pintu hati
siapa saja Tolong, Maaf, dan Terima Kasih. Namun hari ini, Ibu ingin kita fokus
pada satu tindakan yang merupakan turunan dari rasa hormat, yaitu berkata Permisi," ujar beliau di depan
mimbar.
Beliau
menjelaskan bahwa kata Permisi bukan sekadar formalitas basa-basi, melainkan
bentuk pengakuan terhadap keberadaan orang lain. Di lingkungan madrasah, adab
ini diaplikasikan dalam beberapa situasi penting
Saat
berjalan di depan guru atau teman yang sedang duduk.Meminta izin sebelum
memasuki ruang kelas atau kantor guru.Cara yang sopan jika ada keperluan
mendesak saat orang lain sedang berbicara.
Para
siswa tampak menyimak dengan saksama. Beberapa di antaranya terlihat mengangguk
setuju saat pembina memberikan ilustrasi betapa tidak sopannya seseorang yang
menerobos jalan tanpa menyapa atau meminta izin.
Kepala
MIN 5 Asahan Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M.,dalam kesempatan ini menyatakan
dukungannya terhadap tema amanat tersebut. Menurut pihak madrasah, pendidikan
karakter di MIN 5 Asahan memang diprioritaskan untuk mencetak generasi yang
tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga santun dalam berperilaku di
masyarakat.
Upacara
diakhiri dengan doa bersama dan pembubaran barisan yang dilakukan secara
tertib. Pesan tentang kata Permisi ini diharapkan tidak hanya berhenti di
lapangan upacara, tetapi dibawa pulang ke rumah dan dipraktikkan dalam
kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Asahan.
Dengan
adanya pembiasaan seperti ini, MIN 5 Asahan terus membuktikan komitmennya
sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan adab di atas ilmu, demi
menyongsong generasi emas yang berkarakter kuat.(nm)
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus...
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan secara resmi telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa-...