Saat Sebagian Beristirahat, Penyuluh Agama Tetap Berdakwah Demi Mencerahkan Umat
Bimbingan Penyuluhan Tatap Muka Majelis Taklim
Loading...
Kisaran (Humas) – Komitmen Kementerian Agama Kabupaten Asahan dalam menghadirkan pembinaan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat terus diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan di Titipan Tahanan Polres Asahan, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan mental, spiritual, dan motivasi kepada para warga tahanan agar tetap memiliki harapan untuk memperbaiki diri.
Bimbingan penyuluhan kali ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Asahan, yaitu Wahdi Harahap, Ardiansyah Sirait, Wenni, dan Dewi Apriana. Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengajak warga titipan tahanan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai waktu yang berharga untuk bermuhasabah, memperkuat keimanan, serta membangun tekad menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, para penyuluh menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah. Kesalahan di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga, bukan alasan untuk kehilangan harapan. Nilai-nilai agama diharapkan menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Kepala Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Asahan, Marini Mahdalena Tarigan, S.H. Beliau menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kementerian Agama Kabupaten Asahan dalam memberikan pembinaan rohani kepada warga titipan tahanan. Menurutnya, pembinaan spiritual merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan kesadaran, dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang taat hukum dan memiliki akhlak yang baik.
Sementara itu, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan, H. Raja Dedi Hermansyah, menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik jeruji.
"Harapan tidak boleh padam. Kehadiran penyuluh agama di tengah warga titipan tahanan adalah bentuk kepedulian agar mereka tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menata kembali masa depan yang lebih baik," ujar H. Raja Dedi Hermansyah.
Suasana penyuluhan berlangsung dengan penuh keakraban dan kekhusyukan. Para warga titipan tahanan mengikuti materi dengan antusias, mendengarkan nasihat keagamaan, serta berdialog dengan para penyuluh mengenai pentingnya menjaga keimanan, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri menyongsong kehidupan baru setelah masa pembinaan berakhir.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini, Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama Polres Asahan terus memperkuat sinergi dalam membangun pembinaan mental dan spiritual bagi warga titipan tahanan. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan optimisme, memperkokoh nilai-nilai keagamaan, serta melahirkan pribadi-pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (RH)
Bimbingan Penyuluhan Tatap Muka Majelis Taklim
Bimbingan Penyuluhan Binaan Majelis Taklim
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral