Loading...

  • Kamis, 02 Juli 2026

Tak Ada Kata Terlambat untuk Bertaubat, Penyuluh Agama Kemenag Asahan Kembali Hadir Membina Warga Tahanan

Bimbingan Penyuluhan di Titipan Tahanan Polres Asahan

Kisaran (Humas) – Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Asahan kembali melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan bagi warga Titipan Tahanan Polres Asahan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual guna membangun kesadaran, menumbuhkan harapan, serta membentuk karakter warga tahanan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Penyuluhan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen, yaitu Debora Desi, S.Th. dan Meilinda Sihite, S.Th. Sementara dari Penyuluh Agama Islam hadir Bonasri Manurung, S.H., Nurhayani, S.Pd.I., Husnul Fikri, S.H., Suryani Manurung, S.H., dan Efrida Hannum Siregar, S.H. Mereka menyampaikan materi keagamaan, motivasi kehidupan, serta mengajak para warga tahanan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat keimanan, dan memperbaiki akhlak.

Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Asahan, IPDA Marini Mahdalena Tarigan, S.H. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang secara konsisten menghadirkan pembinaan rohani bagi warga tahanan. Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk sikap, moral, dan kesadaran agar para warga binaan tidak mengulangi kesalahan yang sama setelah kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan, Raja Dedi Hermansyah, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di lingkungan tahanan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, setiap orang berhak memperoleh pembinaan keagamaan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

"Melalui bimbingan penyuluhan ini, kami ingin menanamkan keyakinan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik apabila memiliki tekad yang kuat dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Raja Dedi Hermansyah.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat sambutan positif dari para warga tahanan. Mereka mengikuti setiap sesi penyuluhan dengan antusias, mendengarkan pesan-pesan keagamaan, serta berdialog dengan para penyuluh mengenai nilai-nilai kehidupan, pengampunan, dan harapan masa depan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama Polres Asahan terus memperkuat sinergi dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada warga tahanan. Diharapkan, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih beriman, bertanggung jawab, serta siap kembali berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.(RH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post