Penuh Khidmat, Keluarga Besar MIN 5 Asahan Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Sekolah
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Loading...
Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat menyelimuti halaman Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Selasa (24/02/2026) pagi. Di tengah
teriknya matahari yang mulai meninggi, ratusan pasang mata tertuju pada
panggung utama saat dua siswa berprestasi tampil membawakan pidato bertema
spiritualitas Ramadan.
Kegiatan
yang merupakan bagian dari program Pidato
Ramadan 1447 H ini bertujuan
untuk melatih mentalitas siswa sekaligus memperdalam pemahaman mereka mengenai
esensi ibadah puasa di bulan suci.
Tampil
sebagai pembicara pertama,Ismail Nur
Iman, siswa kelas VI-b, membawakan pidato berjudul Puasa sebagai Sarana Membersihkan Jiwa.
Dengan intonasi yang tegas namun menyejukkan, mail memaparkan bahwa puasa bukan
sekadar menahan lapar dan menjadi sebuah proses membersihkan jiwa.
"
Puasa adalah sarana untuk membersihkan jiwa,melatih kesabaran dan untuk lebih
mendekatkan diri kepada Allah Swt." ujar Mail di hadapan para guru dan
rekan-rekannya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang mukmin dalam berpuasa
diukur dari sejauh mana ia mampu mengendalikan hawa nafsunya setelah Ramadan
berlalu. Pidatonya ditutup dengan kutipan menyentuh tentang bagaimana kejujuran
saat berpuasadi mana hanya Allah Swt dan
si hamba yang tahumerupakan puncak dari integritas seorang muslim.
Selanjutnya , Anggi
Romaito Harahab siswi kelas VI-b,
naik ke podium dengan tema Indahnya
Bulan Ramadan. Anggi berhasil menghidupkan suasana dengan menggambarkan
Ramadan sebagai tamu agung yang membawa segudang hadiah dari langit.
Dalam
pidatonya, Anggi menyoroti bebrapa aspek
keindahan Ramadan yaitu Meningkatnya
kedermawanan melalui zakat dan sedekah,tradisi buka puasa bersama dan salat
tarawih yang mempererat silaturahmi, kesempatan emas bagi setiap hamba untuk
bersujud dan memohon maaf atas segala khilaf.
"Ramadan adalah waktu di mana
pintu langit terbuka lebar dan setiap detik nafas kita mengandung keberkahan.
Alangkah ruginya jika keindahan ini kita lewatkan tanpa karya dan ibadah,"
tutur Anggi dengan penuh semangat.
Saat
di konfirmasi secara terpisah Kepala MIN 5 Asahan Tohirduddin Hasibuan,
S,Pd.,M.M.,menyatakan rasa bangganya atas keberanian dan kedalaman materi yang
disampaikan oleh kedua siswa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti
bahwa pendidikan di madrasah berhasil menyeimbangkan antara aspek kognitif dan
pembentukan karakter religius.
"Melihat
anak-anak kita mampu mengartikulasikan makna puasa dengan begitu baik adalah
sebuah kebahagiaan. Ini bukan sekadar lomba atau penampilan, tapi ini adalah
dakwah kecil dari hati mereka untuk kita semua," ungkap beliau.
Acara
kemudian ditutup dengan doa bersama, menandai komitmen seluruh keluarga besar
MIN 5 Asahan untuk menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi
diri menuju pribadi yang lebih bertakwa.(nm)
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus...
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan secara resmi telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa-...