Loading...

  • Senin, 27 April 2026

Siswa MIN 9 Asahan Sangat Antusias Belajar Matematika Dengan Metode Jarimatik

Belajar Matematika Dengan Metode Jarimatik
Pematang Sei Baru (Humas).  Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9 Asahan baru-baru ini mengikuti pembelajaran matematika menggunakan metode jarimatik (jari dan matematika). Metode ini memperkenalkan cara menghitung cepat menggunakan jari tangan, yang memadukan konsep sederhana dengan teknik visual. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas utama madrasah dengan bimbingan guru matematika yang sudah terlatih.

Suasana belajar yang berbeda terasa di kelas 5 MIN 9 Asahan pada hari Selasa (21/01/2025). Pada kesempatan tersebut, siswa kelas 5 mendapatkan pembelajaran yang menarik dengan belajar penjumlahan matematika menggunakan metode jarimatika dasar. Metode ini memanfaatkan jari-jari tangan untuk menghitung penjumlahan, dan terbukti menjadi cara yang unik dan mudah diingat.

Metode jarimatik dipilih untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perhitungan dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat mempraktikkan perhitungan secara langsung.

Di bawah bimbingan Alimuddin, S.Pd.Iselaku wali kelas 5, mengenalkan konsep penjumlahan melalui jarimatika, sebuah metode yang menggabungkan hitungan matematis dengan jari. Cara ini membuat siswa lebih mudah mengingat konsep dasar penjumlahan dan proses belajarnya interaktif dan menyenangkan.

"Metode jarimatika ini membantu siswa dalam memahami konsep penjumlahan. Metode ini saya gunakan untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika ", Ujar Alimuddin.

Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S.Ag., M.A selaku kepala Madrasah  mengapresiasi metode pembelajaran inovatif seperti ini dan berharap dapat terus diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. 

Ia juga berharap agar semua guru bisa semakin kreatif dalam mencari cara-cara baru untuk mempermudah siswa memahami materi, khususnya materi yang dianggap susah seperti matematika. "Saya sangat mengapresiasi metode belajar yang dilakukan oleh  Alimuddin selaku wali kelas 5, selanjutnya saya berharap mari kita sama-sama mencari cara-cara baru yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses kegiatan belajar mengajar agar siswa dapat belajar dengan nyaman, menyenangkan dan tidak terbebani", ujar Hadira

Tidak hanya para guru yang merasa puas, siswa pun memberikan tanggapan positif. Umairoh, siswa kelas 5, mengaku lebih percaya diri saat mengerjakan soal matematika setelah mengenal metode ini. "Awalnya saya sulit menghitung perkalian besar, tapi sekarang lebih mudah pakai jarimatik," katanya dengan senyum bangga. Hal serupa disampaikan oleh Madani Tamrin, siswa lainnya. "Saya jadi lebih suka matematika karena belajar pakai jarimatik seperti bermain."

Metode pembelajaran ini juga diapresiasi oleh orang tua siswa. Mereka berharap pendekatan kreatif seperti jarimatik dapat terus diterapkan, sehingga matematika tidak lagi dianggap sulit oleh anak-anak mereka.

Sebagai penutup, Kepala MIN 9 Asahan, Hadi Rafitra Hasibuan, menyampaikan bahwa penerapan metode jarimatik merupakan bagian dari inovasi pembelajaran berbasis praktik. "Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang berguna di kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Dengan keberhasilan ini, MIN 9 Asahan berkomitmen untuk terus mengembangkan metode pembelajaran kreatif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah mereka.(tr)

https://www.youtube.com/watch?v=kjeqfUfut-I



Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post