Pematang
Sei Baru (Humas). Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9 Asahan baru-baru
ini mengikuti pembelajaran matematika menggunakan metode jarimatik
(jari dan matematika). Metode ini memperkenalkan cara menghitung cepat
menggunakan jari tangan, yang memadukan konsep sederhana dengan teknik
visual. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas utama madrasah dengan
bimbingan guru matematika yang sudah terlatih.
Suasana
belajar yang berbeda terasa di kelas 5 MIN 9 Asahan pada hari Selasa
(21/01/2025). Pada kesempatan tersebut, siswa kelas 5 mendapatkan
pembelajaran yang menarik dengan belajar penjumlahan matematika
menggunakan metode jarimatika dasar. Metode ini memanfaatkan jari-jari
tangan untuk menghitung penjumlahan, dan terbukti menjadi cara yang unik
dan mudah diingat.
Metode jarimatik
dipilih untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perhitungan
dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat
mempraktikkan perhitungan secara langsung.
Di
bawah bimbingan Alimuddin, S.Pd.Iselaku wali kelas 5, mengenalkan
konsep penjumlahan melalui jarimatika, sebuah metode yang menggabungkan
hitungan matematis dengan jari. Cara ini membuat siswa lebih mudah
mengingat konsep dasar penjumlahan dan proses belajarnya interaktif dan
menyenangkan.
"Metode jarimatika ini
membantu siswa dalam memahami konsep penjumlahan. Metode ini saya
gunakan untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika
", Ujar Alimuddin.
Dr. H. Hadi Rafitra
Hasibuan, S.Ag., M.A selaku kepala Madrasah mengapresiasi metode
pembelajaran inovatif seperti ini dan berharap dapat terus diterapkan
dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Ia
juga berharap agar semua guru bisa semakin kreatif dalam mencari
cara-cara baru untuk mempermudah siswa memahami materi, khususnya materi
yang dianggap susah seperti matematika. "Saya sangat mengapresiasi
metode belajar yang dilakukan oleh Alimuddin selaku wali kelas 5,
selanjutnya saya berharap mari kita sama-sama mencari cara-cara baru
yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses kegiatan belajar mengajar
agar siswa dapat belajar dengan nyaman, menyenangkan dan tidak terbebani", ujar Hadira
Tidak
hanya para guru yang merasa puas, siswa pun memberikan tanggapan
positif. Umairoh, siswa kelas 5, mengaku lebih percaya diri saat
mengerjakan soal matematika setelah mengenal metode ini. "Awalnya saya sulit menghitung perkalian besar, tapi sekarang lebih mudah pakai jarimatik," katanya dengan senyum bangga. Hal serupa disampaikan oleh Madani Tamrin, siswa lainnya. "Saya jadi lebih suka matematika karena belajar pakai jarimatik seperti bermain."
Metode
pembelajaran ini juga diapresiasi oleh orang tua siswa. Mereka berharap
pendekatan kreatif seperti jarimatik dapat terus diterapkan, sehingga
matematika tidak lagi dianggap sulit oleh anak-anak mereka.
Sebagai
penutup, Kepala MIN 9 Asahan, Hadi Rafitra Hasibuan, menyampaikan bahwa
penerapan metode jarimatik merupakan bagian dari inovasi pembelajaran
berbasis praktik. "Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara
akademik tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang berguna di
kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Dengan
keberhasilan ini, MIN 9 Asahan berkomitmen untuk terus mengembangkan
metode pembelajaran kreatif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan
di madrasah mereka.(tr)
https://www.youtube.com/watch?v=kjeqfUfut-I