Sinergi Kemenag Asahan dan BPS Gelar 'Ngibar' Sensus Ekonomi 2026, Sasar Validitas Data Madrasah
Ngibar Sensus Ekonomi 2026
Loading...
Kisaran
(Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menunjukkan
komitmen kuat dalam mendukung program strategis nasional. Hal ini dibuktikan
melalui pembukaan secara resmi kegiatan "Ngisi Bareng" (Ngibar) Sensus
Ekonomi 2026 yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Kemenag Asahan, Senin
(06/07/2026).
Kepala
Kantor Kemenag Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi
Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., membuka acara tersebut secara resmi.
Langkah kolaboratif ini diambil sebagai bentuk sinergi lintas sektoral demi
menyukseskan pendataan ekonomi berskala nasional, khususnya di lingkungan
lembaga pendidikan keagamaan.
Dalam
sambutannya, Kasi Penmad menyampaikan bahwa data yang akurat dan valid dari
sektor pendidikan Islam, khususnya madrasah, memegang peranan krusial dalam
pemetaan kebijakan ekonomi nasional ke depan. Beliau menekankan bahwa ketepatan
data saat ini akan menentukan arah kebijakan pemerintah di masa yang akan
datang.
"Kami
sangat menyambut baik inisiatif dari BPS ini. Madrasah bukan hanya sekadar
lembaga pendidikan yang berfokus pada aspek akademis dan keagamaan, tetapi juga
merupakan entitas yang memiliki tata kelola ekonomi internal yang perlu terdata
dengan rapi. Melalui sinergi bersama BPS, kita memastikan kontribusi madrasah
tercatat secara akurat dalam konstelasi ekonomi nasional," ujar Sri
Muchlis di hadapan para peserta.
Kegiatan
"Ngibar" ini dihadiri oleh beberapa peserta yang merupakan perwakilan
dari berbagai satuan pendidikan madrasah, mulai dari tingkat MI, MTs, hingga
MA, baik yang berstatus negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Asahan.
Kehadiran para kepala madrasah didampingi operator ini dinilai sangat vital
agar proses penginputan instrumen sensus yang berbasis digital maupun dokumen
fisik dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Pendampingan
Sensus Ekonomi 2026 di lingkungan madrasah ini dikawal langsung oleh Badan
Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan. Tim dari BPS dipimpin oleh Khairul Azmi
selaku Ketua Tim, yang hadir bersama rombongan instruktur daerah untuk
memberikan asistensi, bedah formulir, serta bimbingan teknis secara mendalam
kepada seluruh peserta yang hadir.
Dalam
sesi pemaparan, Khairul Azmi menjelaskan bahwa metode "Ngibar" atau
pengisian bersama ini sengaja dipilih sebagai formula adaptif untuk
meminimalisasi kesalahan pengisian (error). Langkah ini dinilai jauh lebih
efektif dan interaktif guna meningkatkan efisiensi waktu serta menjaga kualitas
dan validitas pengumpulan data secara real-time.
Melalui
ruang diskusi yang interaktif, para operator madrasah dipandu selangkah demi
selangkah dalam menguraikan aset, operasional, serta variabel ekonomi lainnya
yang ada di lingkungan madrasah. Pola jemput bola dan asistensi langsung ini
terbukti memicu antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berkonsultasi
mengenai pengisian dokumen yang dinilai kompleks.
Dengan
terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh madrasah negeri dan swasta di
Kabupaten Asahan dapat menyelesaikan pengisian dokumen Sensus Ekonomi 2026
dengan tepat waktu dan tanpa kekeliruan. Hasil akhir dari pendataan
komprehensif ini nantinya akan menjadi acuan acuan penting bagi pemerintah
dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif, merata, dan tepat
sasaran di seluruh lini sektor, termasuk sektor pendidikan keagamaan. (FR)
Ngibar Sensus Ekonomi 2026
Bhayangkara ke 80 tahun 2026
khitan massal