Perkuat Daya Saing, Siswi MIN 3 Asahan Ikuti Olimpiade Sains POSI 2026
Pulau Rakyat (Humas) - Hafizah Siagian, siswi salah satu siswa berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, berhasil menunjuk...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan
pemahaman siswa Rosilawati Saragih, S.Pd.I, salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah
Negeri (MIN) 3 Asahan, menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based
Learning (PJBL) di kelas VI-A. Metode ini diaplikasikan pada materi
bangun ruang dengan tujuan merangsang kreativitas siswa dalam membuat model
bangun ruang menggunakan bahan sederhana seperti kertas karton. (25/01/2025)
Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menyampaikan
apresiasi yang tinggi kepada Rosilawati atas inovasinya dalam pembelajaran.
"Kami sangat mendukung guru-guru yang berinovasi untuk
menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Metode PJBL ini sangat
relevan karena melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar, sehingga
pemahaman mereka terhadap konsep menjadi lebih mendalam," ujar Tohiruddin
Dalam kesempatan yang sama, Tohiruddin juga memberikan pujian
kepada para siswa atas kerja keras mereka.
“Anak-anak hebat ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya
tentang membaca buku, tetapi juga tentang mencoba hal baru dan belajar melalui
pengalaman,” tutupnya.
Rosilawati menjelaskan bahwa metode PJBL dirancang untuk melibatkan
siswa dalam proyek yang berhubungan langsung dengan materi pelajaran.
“Dengan membuat bangun ruang seperti kubus, balok, dan segitiga
menggunakan kertas karton, siswa dapat memahami konsep dan sifat-sifat bangun ruang
secara konkret,” terangnya.
Proses pembelajaran dimulai dengan memberikan pengantar mengenai
konsep dasar bangun ruang. Rosilawati kemudian membagi siswa ke dalam
kelompok-kelompok kecil untuk bekerja sama. Setiap kelompok diberikan tugas
untuk membuat model bangun ruang tertentu dengan menggunakan bahan yang telah
disediakan.
Menurut Rosilawati, metode PJBL tidak hanya meningkatkan pemahaman
siswa terhadap materi, tetapi menumbuhkan karakter siswa seperti kerja sama,
kreativitas, dan pemecahan masalah.
“Metode ini sangat cocok untuk siswa madrasah karena
mengintegrasikan nilai-nilai kerja sama dan tanggung jawab,” jelasnya.
Siswa tampak antusias dalam menjalankan tugas tersebut. Mereka
berdiskusi, mengukur, dan memotong kertas karton dengan cermat untuk
menciptakan bentuk yang sesuai.
Sebelum pembelajaran berakhir, hasil karya siswa kemudian dipresentasikan di depan kelas. Setiap kelompok menjelaskan langkah-langkah yang mereka lakukan serta sifat-sifat bangun ruang yang telah mereka buat. Proses ini membantu siswa meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) - Hafizah Siagian, siswi salah satu siswa berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, berhasil menunjuk...
Pulau Rakyat (Humas) – Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menunjukkan semangat tinggi dengan tetap melaksanakan latihan r...
Pulau Rakyat (Humas) – Seluruh siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti Sumatif...