Perkuat Dampak Sosial, Kemenag Asahan Gelar Rapat Persiapan Kurban 1447 H
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah kurban menyambut Hari Raya Idul Adha 1447...
Loading...
Kisaran
(Humas). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menyelenggarakan
kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh lintas agama yang bertempat
di Aula Kemenag Asahan, Selasa (17/03/2026). Forum strategis ini mengangkat
tema penguatan harmoni dan toleransi antarumat beragama, khususnya dalam
menyambut momentum besar keagamaan yang berdekatan, yakni Hari Raya Idul Fitri
dan Hari Raya Nyepi.
Kegiatan
ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemenag Asahan, para tokoh dari berbagai
denominasi agama, perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, serta
unsur Forkopimda. Turut hadir mewakili Bupati Asahan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat (Asisten 1) Setdakab Asahan, yang memberikan apresiasi atas inisiatif
terciptanya dialog konstruktif demi menjaga kondusivitas daerah.
Dalam
sambutannya, Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Asahan H. Abdul Manan, MA.,didampingi
Kasi Bimas Islam Dr. H. Faisal Sadat, M.Hum., menekankan pentingnya kedewasaan
beragama dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan. Beliau menyampaikan bahwa
agama seharusnya menjadi fondasi yang memperkokoh persatuan bangsa, bukan
justru menjadi sekat pemisah di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,
khususnya di Kabupaten Asahan.
Lebih
lanjut, Kakankemenag menegaskan bahwa kedewasaan dalam bersikap sangat
dibutuhkan saat ini, terutama koordinasi aktif antar tokoh dari masing-masing
agama. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran sentral sebagai perpanjangan
tangan pemerintah dalam meredam potensi konflik dan memberikan pemahaman yang
menyejukkan kepada para pengikutnya di akar rumput.
Poin
krusial lainnya yang disampaikan dalam forum tersebut adalah ajakan untuk tetap
menjaga harmoni dan toleransi tanpa harus mengurangi atau mencampuradukkan
nilai-nilai ibadah masing-masing agama. Ia menekankan bahwa toleransi bukan
berarti mengaburkan akidah, melainkan menghormati pelaksanaan ibadah sesama
warga negara dengan penuh rasa empati dan saling menghargai.
Di
tengah dinamika sosial yang ada, Kemenag Asahan juga mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya harmoni dalam
beragama. Kesadaran ini diharapkan lahir secara organik dari setiap individu,
sehingga suasana damai tidak hanya tercipta secara seremonial saja, melainkan
menjadi gaya hidup masyarakat Asahan yang majemuk.
Sebagai
penutup, seluruh peserta FGD sepakat untuk bahu-membahu mewujudkan Kabupaten
Asahan yang harmonis dalam beragama. Dengan sinergi yang kuat antara
pemerintah, tokoh agama, dan Ormas, diharapkan perayaan Idul Fitri dan Hari
Raya Nyepi tahun ini dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan menjadi simbol
keindahan toleransi di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Asahan.(FR)
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah kurban menyambut Hari Raya Idul Adha 1447...
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh lintas agama yang b...
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai Penyusunan Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun...