Loading...

  • Minggu, 24 Mei 2026

Penyuluh Katolik: Dampak Buruk Merokok untuk Remaja

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. melakukan penyuluhan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama di salah satu ruangan pada Senin, 17 Februari 2025.

 

Tema penyuluhan yaitu Dampak Buruk Merokok untuk Remaja. Dalam ajaran Gereja Katolik, tubuh manusia adalah “Bait Allah” (1Kor 6:19-20), sehingga harus dijaga dengan baik. Merokok, terutama bagi pelajar SMP yang masih dalam tahap pertumbuhan, membawa dampak buruk yang bertentangan dengan nilai-nilai iman Katolik. Kebiasaan ini tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mempengaruhi kehidupan spiritual, moral, dan sosial seseorang.

 

Penyuluh yang akrab disapa Wawan mengatakan empat (4) poin penting dampak buruk bagi remaja yaitu “(1) Merusak kesehatan: Bertentangan dengan Prinsip Menjaga Tubuh sebagai Anugerah Tuhan. Gereja Katolik mengajarkan bahwa tubuh adalah anugerah dari Tuhan yang harus dirawat dan dihormati. Merokok dapat merusak paru-paru, jantung, dan sistem pernapasan, yang berarti menyia-nyiakan pemberian Tuhan. Dengan merokok, seseorang secara sadar membahayakan dirinya sendiri, yang bertentangan dengan nilai kehidupan sebagai karunia Tuhan. (2) Mengurangi Kesadaran dan Penguasaan Diri. Dalam Katolik, penguasaan diri (self-control) adalah salah satu nilai utama. Merokok mengandung nikotin yang bisa menyebabkan kecanduan, sehingga pelajar bisa kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Hal ini bertentangan dengan ajaran Yesus yang mengajak umat-Nya untuk hidup dalam kesadaran penuh dan menjauhi kebiasaan yang dapat memperbudak diri sendiri.”

 

“Yang ke (3) yakni mengganggu hubungan sosial dan moral. Pelajar yang merokok sering kali terpengaruh oleh pergaulan yang kurang baik, yang bisa mengarah pada kebiasaan buruk lainnya seperti berbohong kepada orang tua, bolos sekolah, atau terlibat dalam tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dalam ajaran Katolik, pergaulan yang baik sangat ditekankan karena lingkungan sekitar dapat mempengaruhi perilaku seseorang (1Kor. 15:33). (4) Mengabaikan Tanggung Jawab sebagai Pelajar dan Anak dalam Keluarga. Gereja Katolik menekankan pentingnya tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan. Seorang pelajar bertanggung jawab untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menghormati orang tua. Namun, merokok bisa membuat pelajar malas, kurang fokus dalam belajar, dan menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Hal ini bertentangan dengan nilai kejujuran dan disiplin yang diajarkan dalam iman Katolik”, jelas Wawan.


Pada akhir penyuluhan, Wawan menegaskan, “Merokok bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga persoalan moral dan spiritual. Kebiasaan ini bertentangan dengan prinsip menjaga tubuh sebagai Bait Allah, melemahkan penguasaan diri, merusak hubungan sosial, dan mengabaikan tanggung jawab.  Pelajar SMP sebaiknya menjauhi rokok dan memilih gaya hidup sehat yang mencerminkan iman serta kasih kepada Allah dan sesama.” (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post