Asahan (Humas BimKat).
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan
Dwiatmaja, M.Fil. melakukan penyuluhan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman
Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama di salah satu
ruangan pada Senin, 17 Februari 2025.
Tema penyuluhan yaitu Dampak
Buruk Merokok untuk Remaja. Dalam ajaran Gereja Katolik, tubuh manusia adalah
“Bait Allah” (1Kor 6:19-20), sehingga harus dijaga dengan baik. Merokok,
terutama bagi pelajar SMP yang masih dalam tahap pertumbuhan, membawa dampak
buruk yang bertentangan dengan nilai-nilai iman Katolik. Kebiasaan ini tidak
hanya merusak kesehatan, tetapi juga mempengaruhi kehidupan spiritual, moral,
dan sosial seseorang.
Penyuluh yang akrab disapa
Wawan mengatakan empat (4) poin penting dampak buruk bagi remaja yaitu “(1)
Merusak kesehatan: Bertentangan dengan Prinsip Menjaga Tubuh sebagai Anugerah
Tuhan. Gereja Katolik mengajarkan bahwa tubuh adalah anugerah dari Tuhan yang
harus dirawat dan dihormati. Merokok dapat merusak paru-paru, jantung, dan
sistem pernapasan, yang berarti menyia-nyiakan pemberian Tuhan. Dengan merokok,
seseorang secara sadar membahayakan dirinya sendiri, yang bertentangan dengan
nilai kehidupan sebagai karunia Tuhan. (2) Mengurangi Kesadaran dan Penguasaan
Diri. Dalam Katolik, penguasaan diri (self-control) adalah salah satu nilai
utama. Merokok mengandung nikotin yang bisa menyebabkan kecanduan, sehingga
pelajar bisa kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Hal ini bertentangan
dengan ajaran Yesus yang mengajak umat-Nya untuk hidup dalam kesadaran penuh
dan menjauhi kebiasaan yang dapat memperbudak diri sendiri.”
“Yang ke (3) yakni mengganggu
hubungan sosial dan moral. Pelajar yang merokok sering kali terpengaruh oleh
pergaulan yang kurang baik, yang bisa mengarah pada kebiasaan buruk lainnya
seperti berbohong kepada orang tua, bolos sekolah, atau terlibat dalam tindakan
yang tidak bertanggung jawab. Dalam ajaran Katolik, pergaulan yang baik sangat
ditekankan karena lingkungan sekitar dapat mempengaruhi perilaku seseorang
(1Kor. 15:33). (4) Mengabaikan Tanggung Jawab sebagai Pelajar dan Anak dalam
Keluarga. Gereja Katolik menekankan pentingnya tanggung jawab dalam setiap
aspek kehidupan. Seorang pelajar bertanggung jawab untuk belajar dengan
sungguh-sungguh dan menghormati orang tua. Namun, merokok bisa membuat pelajar
malas, kurang fokus dalam belajar, dan menghabiskan uang untuk sesuatu yang
tidak bermanfaat. Hal ini bertentangan dengan nilai kejujuran dan disiplin yang
diajarkan dalam iman Katolik”, jelas Wawan.
Pada akhir penyuluhan, Wawan
menegaskan, “Merokok bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga persoalan moral
dan spiritual. Kebiasaan ini bertentangan dengan prinsip menjaga tubuh sebagai
Bait Allah, melemahkan penguasaan diri, merusak hubungan sosial, dan
mengabaikan tanggung jawab. Pelajar SMP
sebaiknya menjauhi rokok dan memilih gaya hidup sehat yang mencerminkan iman
serta kasih kepada Allah dan sesama.” (AW)