Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Penyuluh agama Kristen Kolaborasi Ekumenis Menyentuh Jeruji: Penyuluh Kristen dan Katolik Hadir Membawa Harapan di Lapas Labuhan Ruku”

Suasana Ibadah Di Lapas

Labuhan Ruku, Kab. Batubara —18/02/2026:  Suasana penuh khidmat dan pengharapan menyelimuti kegiatan bimbingan rohani di Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku, ketika penyuluh agama Kristen dan Katolik Kabupaten Asahan bersinergi menghadirkan pelayanan yang menyentuh hati warga binaan.

Tim penyuluh agama Kristen yang terdiri dari Daram Rajagukguk, Ando Sitindaon, Riky Ardianto Siayung, dan Joni Idris Sianipar berkolaborasi bersama penyuluh agama Katolik Neresia Ginting dan dua rekan lainnya. Kegiatan ini turut didampingi oleh Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K, sebagai bentuk dukungan dan penguatan pelayanan pembinaan rohani di lembaga pemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Daram Rajagukguk menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Kejadian 6:8, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Melalui nats ini, ia menegaskan bahwa di tengah situasi yang kelam sekalipun, selalu ada kasih karunia Allah bagi setiap pribadi yang mau hidup dalam pertobatan dan ketaatan. Pesan ini menjadi penguatan bahwa masa lalu tidak menentukan akhir kehidupan, sebab anugerah Tuhan sanggup memulihkan dan membaharui.

Ibadah semakin hidup melalui pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Joni Idris Sianipar sebagai Worship Leader (WL), yang mengarahkan hati warga binaan untuk merasakan hadirat Tuhan secara pribadi. Sementara itu, Ando Sitindaon dan Riky Ardianto Siayung melayani sebagai Tim Doa, mendoakan setiap warga binaan dengan penuh empati dan kasih, menciptakan suasana yang hangat dan menyentuh batin.

Dalam arahannya, Marintan Simanjuntak menyampaikan bahwa kolaborasi lintas denominasi ini merupakan wujud nyata semangat pelayanan yang bersatu dalam kasih Kristus. Ia menegaskan bahwa pembinaan rohani di dalam lapas bukan hanya rutinitas, melainkan bagian dari proses transformasi karakter dan pembangunan iman warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan semangat yang baru.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kasih Tuhan tidak pernah terpenjara oleh tembok dan jeruji. Di balik dinding Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku, terang pengharapan terus dinyalakan—menguatkan iman, menumbuhkan pertobatan, dan meneguhkan keyakinan bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan dan memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.( DR) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 27 February 2025
Lihat Semua Post