Loading...

  • Senin, 09 Maret 2026

Penyuluh Agama Katolik Tekankan untuk Mewujudkan Moderasi Beragama

Penyuluh Agama Katolik dengan Remaja Katolik

Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja memberikan penyuluhan kepada Remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang pada Jumat, 13 Juni 2025. Wawan memberi penyuluhan tentang moderasi beragama. Wawan ingin para remaja dapat mewujudnyatakan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kenyataan yang tak dapat dipungkiri dari negara Indonesia adalah pluralitas dalam segala hal yaitu suku, budaya, dan terlebih agama. Kondisi ini di satu sisi patut kita syukuri tetapi di sisi lain menimbulkan kecemasan. Sejatinya, kenyataan ini bukan kehendak manusia melainkan anugerah dari Tuhan yang tidak bisa ditolak. Dalam perjalanan sejarah, kenyataan pluralitas di segala bidang menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia dalam mempertahankan kesatuan. Satu hal yang perlu kita garis bawahi bahwa setiap suku, budaya, bahkan agama mengakomodasi perjumpaan dari hati ke hati. Contoh sederhana dapat kita lihat pada peristiwa pendirian negara Indonesia. Para tokoh bertemu, berbincang, membahas dari hati ke hati bagaimana wujud bangsa ini,” jelas Wawan.

 

Wawan melanjutkan, “Moderasi beragama bukan hal yang baru sejatinya untuk Indonesia. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama. Fokus dari moderasi beragama ini adalah pada orang yang memeluk agama bukan agamanya yang dimoderasi. Moderasi beragama ini diharapkan sebagai modal besar untuk mengurangi bahkan menghentikan sentimen terhadap agama.”


Dalam akhir penyuluhan, Wawan menegaskan, “Moderasi beragama menyadarkan bahwa kenyataan yang serba plural merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari, kita ada dan selalu bergerak bersama dan di dalamnya. Walaupun peristiwa yang berbau sentimen terjadi akhir-akhir tahun belakangan ini, sejak digulirkannya moderasi beragama gaungnya cukup terasa. Berbagai persoalan bangsa terutama yang sensitif berkaitan dengan agama dibicarakan bersama dari hati ke hati. Sebagai remaja, kita harus menghormati perbedaan yang ada.” (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post