Loading...

  • Minggu, 03 Mei 2026

MTsN 2 Asahan Perkuat Pendidikan Humanis Lewat Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Kegiatan Workshop KBC MTsN 2 asahan

Kisaran (Humas) – Sabtu 17 Januari 2026 MTsN 2 Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang bermakna dan berkarakter dengan menggelar Workshop Pendalaman Pemahaman Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperkuat implementasi kurikulum yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan pendekatan humanis dalam proses pembelajaran.

Workshop diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala MTsN 2 Asahan Drs. Daman Huri Lubis, M.Pd., Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan jawaban atas tantangan pendidikan masa kini yang tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pendidik yang menghadirkan keteladanan, empati, dan cinta dalam setiap proses pembelajaran,” tegas Kepala Madrasah.

Kegiatan ini menghadirkan Rifdayani, M.Psi, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Rifdayani menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan hubungan positif antara guru dan siswa sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan.

Beberapa pokok materi yang disampaikan antara lain landasan psikologis Kurikulum Berbasis Cinta, yang menekankan pentingnya rasa aman, dihargai, dan diterima bagi perkembangan mental serta motivasi belajar siswa. Selain itu, dibahas pula peran guru sebagai figur emosional positif, yaitu sebagai pendengar yang baik, pemberi penguatan, serta teladan dalam sikap dan perilaku.

Pemateri juga memaparkan bentuk penerapan cinta dalam proses pembelajaran, seperti penggunaan bahasa yang santun, pendekatan persuasif dalam penegakan disiplin, serta pengelolaan kelas yang ramah dan inklusif. Tak kalah penting, disampaikan pula strategi membangun iklim madrasah yang sehat dan menyenangkan melalui kolaborasi antarguru, komunikasi efektif dengan siswa, serta penanaman nilai empati dan kepedulian sosial.

Dalam paparannya, Rifdayani menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan dampak positif yang signifikan, di antaranya meningkatnya kenyamanan belajar, menurunnya perilaku negatif siswa, serta terbangunnya karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Workshop berlangsung interaktif. Para peserta diajak melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan serta didorong untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis siswa di kelas Hingga para guru diminta untuk membentuk menjadi beberapa kelompok diskusi. Sesi diskusi dipenuhi dengan pertanyaan dan berbagi pengalaman nyata dari para guru.

Guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Asahan tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Melalui workshop ini, diharapkan seluruh pendidik memiliki pemahaman yang utuh dan komitmen bersama dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga MTsN 2 Asahan semakin mengukuhkan diri sebagai madrasah ramah anak, berprestasi, dan berkarakter.(MI)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post