Semarak Hardiknas di MTsN 2 Asahan: Guru dan Siswa Tampil Memukau dengan Balutan Busana Adat Nusantara
Humas
Loading...
Kisaran (Humas) – Sabtu 17
Januari 2026 MTsN 2 Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan
pendidikan yang bermakna dan berkarakter dengan menggelar Workshop Pendalaman
Pemahaman Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis
madrasah dalam memperkuat implementasi kurikulum yang menekankan nilai kasih
sayang, empati, dan pendekatan humanis dalam proses pembelajaran.
Workshop diawali dengan pembukaan
resmi oleh Kepala MTsN 2 Asahan Drs. Daman Huri Lubis, M.Pd., Dalam
sambutannya, beliau menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan jawaban
atas tantangan pendidikan masa kini yang tidak cukup hanya berorientasi pada
capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kecerdasan emosional dan
spiritual peserta didik.
“Guru bukan hanya pengajar,
tetapi pendidik yang menghadirkan keteladanan, empati, dan cinta dalam setiap
proses pembelajaran,” tegas Kepala Madrasah.
Kegiatan ini menghadirkan
Rifdayani, M.Psi, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Rifdayani
menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan pembelajaran yang
menempatkan hubungan positif antara guru dan siswa sebagai fondasi utama
keberhasilan pendidikan.
Beberapa pokok materi yang
disampaikan antara lain landasan psikologis Kurikulum Berbasis Cinta, yang
menekankan pentingnya rasa aman, dihargai, dan diterima bagi perkembangan
mental serta motivasi belajar siswa. Selain itu, dibahas pula peran guru
sebagai figur emosional positif, yaitu sebagai pendengar yang baik, pemberi
penguatan, serta teladan dalam sikap dan perilaku.
Pemateri juga memaparkan bentuk
penerapan cinta dalam proses pembelajaran, seperti penggunaan bahasa yang
santun, pendekatan persuasif dalam penegakan disiplin, serta pengelolaan kelas
yang ramah dan inklusif. Tak kalah penting, disampaikan pula strategi membangun
iklim madrasah yang sehat dan menyenangkan melalui kolaborasi antarguru,
komunikasi efektif dengan siswa, serta penanaman nilai empati dan kepedulian
sosial.
Dalam paparannya, Rifdayani
menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan dampak positif
yang signifikan, di antaranya meningkatnya kenyamanan belajar, menurunnya
perilaku negatif siswa, serta terbangunnya karakter peserta didik yang
berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
Workshop berlangsung interaktif.
Para peserta diajak melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang
selama ini diterapkan serta didorong untuk lebih peka terhadap kondisi
psikologis siswa di kelas Hingga para guru diminta untuk membentuk menjadi beberapa
kelompok diskusi. Sesi diskusi dipenuhi dengan pertanyaan dan berbagi
pengalaman nyata dari para guru.
Guru dan tenaga kependidikan MTsN
2 Asahan tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Melalui workshop ini,
diharapkan seluruh pendidik memiliki pemahaman yang utuh dan komitmen bersama
dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga MTsN 2 Asahan semakin
mengukuhkan diri sebagai madrasah ramah anak, berprestasi, dan berkarakter.(MI)
Humas
Humas
Humas